-->

Rumah Susanah Dipasangi Garis Polisi Dan Said Didu Desak Pengusutan Salah Data Presiden Prabowo Subianto Di Bogor

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menyoroti kasus viral Susanah, warga Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang rumahnya dipasangi garis polisi setelah namanya disebut oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Jumat (14/8/2026).

Pemasangan garis polisi di kediaman Susanah tersebut dilakukan bukan karena adanya kasus kriminal. Langkah ini diambil untuk menjaga kenyamanan dan ketenangan keluarga Susanah, terutama anak-anaknya, setelah rumah mereka ramai didatangi oleh wartawan sejak nama Susanah menjadi perbincangan publik.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, menyebut Susanah sebagai buruh harian pengupas bawang. Dalam pidato tersebut, Presiden menyatakan bahwa Susanah menerima upah sebesar Rp700 ribu per kilogram.

Namun, penelusuran lebih lanjut oleh media mengungkapkan adanya kekeliruan data yang disampaikan kepada Presiden. Susanah sebenarnya bekerja sebagai buruh penjahit kain majun atau kain perca, dengan upah yang diterima sebesar Rp700 per kilogram, bukan Rp700 ribu seperti yang disebutkan.

"Pihak yang membohongi Presiden @prabowo dengan data dan informasi salah harus diusut. Ini penghianatan," kata pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu melalui akun media sosial pribadinya pada Selasa (18/8/2026).

Inisiatif pemasangan garis pembatas di rumah Susanah tersebut dilakukan oleh ketua RT, RW, bersama kepala desa setempat guna meredam keramaian di lingkungan sekitar kediamannya. (Evu)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel