-->

Massa Mahasiswa Universitas Indonesia Membubarkan Diri Setelah Tertahan Barikade Polisi Di Jakarta

JAKARTA, LELEMUKU.COM – Ratusan mahasiswa dari Universitas Indonesia dan berbagai elemen kampus lainnya membubarkan diri setelah tertahan barikade kepolisian saat hendak menggelar aksi unjuk rasa menuju Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta Pusat pada Selasa (18/8/2026).

Massa aksi dari BEM Universitas Indonesia meninggalkan lokasi di depan Gedung UOB terlebih dahulu sekitar pukul 18.07 WIB. Langkah tersebut kemudian disusul oleh massa dari Universitas Pancasila yang menarik barisan mereka sekitar pukul 18.34 WIB setelah menyanyikan lagu Tanah Airku bersama-sama.

Kepolisian menahan laju massa di depan Gedung UOB dengan alasan keamanan. Pihak kepolisian mengkhawatirkan pergerakan massa menuju Bundaran Hotel Indonesia dapat mengganggu ketertiban umum di kawasan tersebut.

Aksi unjuk rasa yang digelar sehari setelah peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini membawa delapan tuntutan utama kepada pemerintah. Tuntutan tersebut meliputi penghentian korupsi, kolusi, dan nepotisme, pelaksanaan reforma agraria, penurunan harga kebutuhan pokok serta bahan bakar minyak, hingga evaluasi Proyek Strategis Nasional.

Selain itu, para mahasiswa juga menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, menolak pemusatan kekuasaan, serta menolak pemangkasan Transfer ke Daerah. Mereka juga mendesak penetapan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores, percepatan pemulihan daerah terdampak, penghentian tindakan represif serta intervensi TNI-Polri di ruang sipil, dan pembubaran YON TP.

Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM Universitas Indonesia Hafidz Haernanda menjelaskan bahwa pihak kepolisian tetap melarang massa untuk bergerak menuju Bundaran Hotel Indonesia. Larangan tersebut didasarkan pada kekhawatiran terjadinya gangguan terhadap ketertiban umum.

"Karena katanya kita menghancurkan ketertiban umum," kata Hafidz Haernanda.

Kendati gagal mencapai lokasi tujuan, pihak mahasiswa memastikan akan melakukan konsolidasi untuk menyiapkan aksi lanjutan yang direncanakan berlangsung pada akhir Agustus 2026. "Ini bukan yang terakhir kali kita ke sini. Kita akan terus ke sini sampai tembus," ujar Hafidz Haernanda. (Evu)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel