-->

Empat Nama Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Mulai Mencuat Menjelang Muktamar Ke-35

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Empat nama figur potensial mulai mencuat sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 27 hingga 29 Agustus 2026.

Empat nama yang dinilai layak dipertimbangkan tersebut adalah Nasaruddin Umar, Zulfa Mustofa, Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, dan Marsudi Syuhud. Kehadiran figur-figur ini dinilai memiliki potensi kuat untuk memperebutkan posisi kepemimpinan tertinggi organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama sendiri akan digelar sekitar 10 hari lagi sejak pernyataan ini disampaikan. Dari sekitar enam hingga delapan nama kandidat yang beredar di publik, masing-masing dinilai memiliki kelebihan dan kekurangan dalam memimpin organisasi ke depan.

Founder Citra Institute, Yusak Farchan menyampaikan pandangan tersebut pada Jumat (14/8/2026). Menurut dia, dinamika geopolitik saat ini serta kompleksitas persoalan global menuntut organisasi tersebut memiliki sosok pemimpin yang tidak hanya andal dalam mengelola urusan internal tetapi juga berwawasan internasional.

Yusak Farchan yang juga merupakan Magister Ilmu Politik Universitas Nasional menambahkan bahwa tantangan masa depan memerlukan figur dengan pengalaman diplomasi internasional dan rekam jejak global yang kuat. Tokoh terpilih nantinya diharapkan mampu memperkenalkan model Islam moderat khas Indonesia di kancah dunia.

Ketua Umum PBNU ke depan tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengelola organisasi dan jejaring internal, tetapi juga perlu memiliki pengalaman diplomasi internasional serta rekam jejak global, ujar Yusak Farchan.

Serta memiliki kapasitas dalam memperkenalkan model Islam moderat khas Indonesia dalam percaturan global, kata Yusak Farchan.

Muktamar mendatang diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi ini berkontribusi lebih besar dalam dialog antaragama dan peradaban di tingkat dunia. (Gelora)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel