Mahasiswa Malaysia Menggelar Aksi Protes Terkait Kabut Asap Di Depan Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Sejumlah mahasiswa dari Himpunan Advokasi Rakyat Malaysia menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur untuk memprotes dampak kabut asap lintas batas pada Senin (7/9/2026).
Dalam aksi tersebut, para demonstran menyampaikan kritik keras kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas bencana kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia. Mereka menyatakan keberatan karena wilayah Malaysia terkena dampak langsung sehingga warga tidak dapat menikmati udara bersih.
Para mahasiswa juga mengancam akan mengajak mahasiswa dari negara Asia Tenggara lainnya, seperti Thailand dan Filipina, untuk bergabung dalam aksi unjuk rasa tersebut guna menuntut pertanggungjawaban dari pemerintah Indonesia.
Bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia ini telah berlangsung selama hampir satu bulan dan menyebabkan kabut asap menyelimuti beberapa negara tetangga, termasuk Malaysia, Singapura, Brunei, dan Filipina.
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengakui adanya keterlambatan dari pihak pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatra. Pengakuan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas penanganan bencana alam di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (7/9/2026).
Dalam orasinya, salah satu demonstran menegaskan pentingnya hak atas udara bersih bagi warga setempat. Udara bersih hak warga Malaysia, ucap seorang mahasiswa. Ia juga menambahkan ancaman aksi lanjutan dengan melibatkan negara lain. Ini baru mahasiswa Malaysia yang menuntut kamu, belum ke depannya akan ada mahasiswa Filipina dan Thailand, ungkap mahasiswa tersebut.
Terkait penanganan kebakaran, pemerintah Indonesia menyatakan telah berupaya maksimal untuk memadamkan api di wilayah Kalimantan dan Sumatra, namun mengakui adanya hambatan koordinasi. Walaupun ada keterlambatan di sana sini itu kita catat untuk mengambil langkah yang antisipatif, jelas Prabowo Subianto.
Ke depannya, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk lebih fokus pada upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan dibandingkan penanganan setelah kejadian, serta berencana meningkatkan alokasi anggaran kebencanaan. (Evu)