Profil Lengkap Provinsi Jawa Timur Sebagai Pusat Ekonomi Dan Sejarah Di Kawasan Timur Indonesia Pada Tahun 2026
.png)
SURABAYA, LELEMUKU.COM – Provinsi Jawa Timur terus memantapkan posisinya sebagai pusat industri dan keuangan untuk kawasan tengah dan timur Indonesia dengan kontribusi ekonomi mencapai sekitar 15 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional pada triwulan pertama tahun 2026.
Berdasarkan data pembangunan daerah, provinsi dengan ibu kota di Kota Surabaya ini memiliki luas wilayah sebesar 48.033 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 41.919.906 jiwa pada akhir tahun 2024. Kesejahteraan masyarakat di wilayah ini juga terus meningkat yang ditunjukkan oleh Indeks Pembangunan Manusia sebesar 74,65 pada tahun 2023, serta pertumbuhan ekonomi sebesar 5,52 persen secara tahunan pada triwulan pertama tahun 2026.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku di Jawa Timur menyentuh angka Rp1.746,39 triliun, sementara atas dasar harga konstan tahun 2010 berada pada angka Rp1.061,40 triliun. Pertumbuhan tertinggi pada triwulan keempat tahun 2025 disumbang oleh sektor jasa keuangan dan asuransi sebesar 11,02 persen, disusul sektor informasi dan komunikasi sebesar 8,58 persen, serta jasa perusahaan sebesar 7,99 persen.
Secara geografis, Jawa Timur terletak di antara tujuh derajat 12 menit hingga delapan derajat 48 menit Lintang Selatan dan 111 derajat nol menit hingga 114 derajat empat menit Bujur Timur. Wilayah yang berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara dan Samudra Hindia di sebelah selatan ini secara administratif terbagi menjadi 29 kabupaten dan sembilan kota, termasuk wilayah kepulauan seperti Pulau Madura, Bawean, dan Kangean.
Sejarah mencatat Jawa Timur sebagai pusat peradaban Kerajaan Majapahit pada abad ke-13 hingga ke-16 sebelum akhirnya ditetapkan sebagai provinsi pada Jumat (12/10/1945). Saat ini, keberagaman masyarakatnya didominasi oleh Suku Jawa dan Suku Madura, dengan mayoritas penduduk memeluk agama Islam sebesar 97,17 persen, Kristen Protestan 1,69 persen, Kristen Katolik 0,68 persen, Hindu 0,27 persen, dan Buddha 0,18 persen.
Selain kekayaan sejarah, provinsi ini memiliki potensi pariwisata unggulan seperti Gunung Bromo, Kawah Ijen, dan Taman Nasional Baluran yang didukung oleh infrastruktur konektivitas yang kuat. Aksesibilitas di Jawa Timur ditopang oleh keberadaan Bandar Udara Internasional Juanda, Pelabuhan Tanjung Perak, serta jaringan Jalan Tol Trans-Jawa yang menghubungkan berbagai pusat industri manufaktur di wilayah tersebut.
Perkembangan sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian yang merata diharapkan dapat terus mendorong kesejahteraan masyarakat Jawa Timur ke arah yang lebih maju. (Evu)