-->

Martha Ohee Lestarikan Kerajinan Kulit Kayu di Jayapura

Foto: Lelemuku

SENTANI, LELEMUKU.COM – Perajin asal Kampung Asei Besar, Martha Ohee, terus konsisten melestarikan warisan budaya lukisan kulit kayu khombouw khas Suku Sentani di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, hingga menembus pasar internasional pada Jumat (10/7/2026). Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, upaya pelestarian ini kini didukung oleh digitalisasi sistem pembayaran guna memperluas akses pasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Perempuan berusia 57 tahun tersebut kini mengelola Galeri Kalkhote Permai yang mempekerjakan sekitar 20 orang, yang mayoritas merupakan mama-mama janda dari Kampung Asei. Produk kerajinan yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari kartu ucapan seharga Rp5.000 hingga lukisan wajah yang dijual dengan harga Rp5 juta.

Perkembangan usaha kerajinan ini juga didukung oleh peningkatan transaksi digital di Papua. Bank Indonesia mencatat nilai transaksi QRIS di Papua dan daerah otonomi baru pada triwulan I 2026 mencapai Rp1,26 triliun atau tumbuh 9,03 persen tahunan (yoy), dengan jumlah merchant yang tumbuh sebesar 17,71 persen tahunan (yoy).

Perjalanan Martha dimulai sejak usia 13 tahun saat ia membantu orang tuanya mengolah kulit kayu. Pada tahun 1986, setelah lulus sekolah menengah atas, ia memberanikan diri mendobrak tradisi adat yang melarang perempuan melukis di atas kulit kayu khombouw demi menggantikan ayahnya yang sudah lanjut usia.

Ketekunan tersebut membawa Martha meraih berbagai prestasi, termasuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia pada Festival Danau Sentani tahun 2014 lewat lukisan kulit kayu sepanjang 100 meter. Selain itu, ia juga berhasil mempromosikan produk kerajinan tangan Papua ini hingga ke lima negara, yaitu Belanda, Australia, Jerman, Amerika Serikat, dan Papua Nugini.

"Puji Tuhan, mama sudah injak lima negara untuk mempromosikan produk kerajinan tangan dari kulit kayu, yakni ke Belanda, Australia, Jerman, Amerika dan PNG," kata Martha.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura, Haryanto, menyatakan bahwa Martha Ohee merupakan salah satu perajin binaan pemerintah daerah yang telah berhasil mengharumkan nama Kabupaten Jayapura di kancah internasional. Pemerintah daerah setempat juga memberikan bantuan berupa mesin jahit dan bahan penunjang untuk mendukung aktivitas produksi di galeri miliknya.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi pembayaran digital, diharapkan kerajinan tradisional khombouw ini dapat terus bertahan dan diwariskan kepada generasi muda Papua. ((Evu))

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel