INSTRUKSI WALIKOTA & WAKIL WALIKOTA KUPANG TERKAIT PENYAKIT DEMAM BERDARAH

- Kepada Camat se-wilayah Kota Kupang segera mengkoordinasikan dengan instansi terkait guna menyusun rencana operasional pembersihan sarang nyamuk (PSN) demam berdarah dengue di wilayah kerja masing-masing serta melaporkan hasilnya setiap minggu kepada Walikota Kupang;
- Kepada seluruh kepala Sekolah tingkat SMA/SMP/SD di wilayah Kota Kupang untuk melaksanakan pembersihan sarang nyamuk demamberdarah dan membunuh nyamuk di ruangan kelas secara swadaya karena nyamuk demam berdarah dapat menggigit pada saat anak-anak sedang dalam proses belajar di kelas. Diwajibkan kepada semua guru untuk menginformasikan kepada semua murid bahwa untuk mencegah penularan penyakit demam berdarah dengue adalah melalui pembersihan sarang nyamuk dengan cara 3M yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, botol-botol bekas, tempurung kelapa, plastic-platik bekas, ban-ban bekas atau sampah lainnya yang berpotensi menampung air hujan, membersihkan bak mandi, tempayan air minummaupun vas/pot bunga yang terisi air minimal satu minggu satu kali serta menutup rapat-rapat tempat penampungan air disekitar sekolah dan lingkungan rumah masing-masing serta melaporkan hasilnya kepada atasan masing-masing dan tembusannya disampaikan kepada Walikota Kupang; dan
- Kepada para Lurah di wilayah Kota Kupang untuk segera melaksanakan pembersihan sarang nyamuk demam berdarah dengue secara rutin dengan melibatkan seluruh warganya minimal seminggu sekali, dapat juga disatukan dengan gerakan jumat bersih dan melaporkan hasilnya setiap minggu kepada Camat, tembusan kepada Walikota Kupang.


Sementara Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man melalui pesan video berdurasi hamper 5 menit yang dikirim di grup whatsapp Perangkat Kecamatan menginstruksikan hal yang sama kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Kupang. Wakil Walikota Kupang bahkan mengungkapkan bahwa sudah terdapat 183 kasus DBD di Kota Kupang, 3 diantaranya yang meninggal dunia merupakan warga Kecamatan Maulafa atau daerah pelayanan Puskesmas Sikumana. Dirinya mengintruksikan serta menghimbau sebagai berikut :
Lurah dan Camat mengkoordinir pelaksanaan kerja bhakti membersihkan lingkungan untuk membasmi sarang nyamuk dengan cara 3 M yaitu menguras, mengubur dan menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk memutus mata rantai penularan DBD di alam terbuka;
- Melakukan abatesasi massal, untuk itu Para Lurah agar menghimbau warganya masing-masing agar menerima petugas atau mahasiswa yang datang ke rumah-rumah untuk membagi-bagikan abate, kemudian tiap-tiap warga agar menaburkan bubuk abate ke dalam tempat-tempat penampungan air di rumah masing-masing. Abate dapat membunuh jentik-jentik nyamuk yang dapat berkembang di dalam bak penampungan air;
- Kepada warga masyarakat, jika anak atau anggota keluarga lainnya demam lebih dari 2 hari agar segera di bawa ke Puskesmas, Pustu atau rumah Sakit untuk dilakukan deteksi penyakit demam berdarah dengue;
- Kepada Puskesmas dan fasilitas kesehatan segera melakukan pengobatan terhadap warga yang terdeteksi mengidap penyakit demam berdarah dengue sesuai prosedur penanganan yang telah ditetapkan;
- Kepada Dinas Kesehatan Kota Kupang dihimbau agar melakukan fogging terutama pada wilayah yang terdapat kasus DBD dan selalu memantau terkait adanya kasus DBD ini.

Dinas Kesehatan Kota Kupang menurut pesan di grup whatsapp yang dikirim Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Si akan melaksanakan survey jentik dan abatesasi terutama di wilayah Perumahan BTN Kolhua, “Yang terpenting adalah gencar dan serentak melakukan pembersihan sarang nyamuk atau PSN di rumah kita masing-masing dengan cara 3M, menguras, mengubur dan menutup plus segera menaburkan abate pada tempat-tempat penampungan air yang ada di rumah masing-masing. Jika ada kasus DBD di suatu wilayah harus segera dilaksanakan kerja bhakti lingkungan karena kasus dimungkinkan akan bertambah kurang lebih 7 hari setelah kasus. Dan apabila ada anggota keluarga yang mengalami panas atau demam agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” himbau Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang yang akrab disapa Dokter Retno itu melalui pesan singkat di grup whatsapp.
Drg. Retnowati, M.Si menambahkan bahwa barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan dipastikan berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk dan menghasilkan jentik-jentik yang dapat berubah menjadi nyamuk aedes aegypti dewasa serta tidak menunda-nunda atau mengobati sendiri jika ada anggota keluarga yang mengalami demam tapi segera dibawa ke fasilitas kesehatan atau Puskesmas/Putu terdekat sehingga tidak terlambat mendapat penanganan yang tepat. *PKP_nt


Lurah dan Camat mengkoordinir pelaksanaan kerja bhakti membersihkan lingkungan untuk membasmi sarang nyamuk dengan cara 3 M yaitu menguras, mengubur dan menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk memutus mata rantai penularan DBD di alam terbuka;