Tujuh Persiapan Penting Sebelum Menjalani Prosedur Lasik Mata
JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Pasien yang ingin melakukan tindakan bedah refraktif lasik diimbau untuk memahami tujuh persiapan penting sejak awal agar seluruh proses pemeriksaan berjalan lancar pada Senin (11/11/2024).
Prosedur lasik menggunakan laser untuk membentuk ulang kornea agar cahaya terfokus tepat ke retina, sangat efektif mengatasi rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Kriteria dasar yang harus dipenuhi antara lain usia minimal 18 tahun, meskipun dokter mata menyarankan usia 21 tahun ke atas agar kondisi mata lebih stabil. Selain itu, ukuran kacamata atau lensa kontak harus stabil tanpa perubahan signifikan dalam satu hingga dua tahun terakhir, serta ketebalan kornea di atas 500 mikron.
Sebelum tindakan dilakukan, pasien wajib menjalani rangkaian pemeriksaan pra-lasik yang menjadi dasar bagi dokter untuk menentukan dosis laser yang tepat. Pemeriksaan tersebut meliputi tes refraksi untuk mengukur ketajaman penglihatan, pentacam dan keratograph untuk menilai bentuk serta ketebalan kornea, biometri untuk mengukur struktur mata, dan fundus untuk memeriksa kesehatan retina.
Terdapat beberapa kondisi mata yang dapat membatalkan kelayakan tindakan ini demi menghindari komplikasi serius, seperti riwayat infeksi mata, herpetic keratitis, glaukoma, keratoconus, retinal detachment, serta sindrom mata kering berat. Tindakan ini juga biasanya baru direkomendasikan untuk ukuran minus mata mulai dari sekitar satu dioptri. Selain itu, pasien harus menyampaikan riwayat kesehatan umum secara lengkap, termasuk penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis yang dapat menghambat penyembuhan, serta kondisi kehamilan atau menyusui.
Persiapan lainnya adalah menghentikan penggunaan lensa kontak sejak dini agar bentuk kornea kembali alami sehingga hasil pengukuran sebelum operasi menjadi akurat. Pasien juga harus memahami penjelasan dokter mengenai gambaran umum prosedur guna mengantisipasi efek samping serta mengetahui langkah pemulihan pascaoperasi. Terakhir, pasien perlu menyiapkan waktu luang yang cukup pada hari tindakan agar proses berjalan tanpa terburu-buru dan memiliki waktu istirahat yang memadai.
Sebagai langkah awal, pasien disarankan untuk menjadwalkan konsultasi dan pemeriksaan komprehensif dengan dokter spesialis mata bersertifikasi di KMN Eye Care guna memastikan kelayakan tindakan. (Evu)