-->

Adi Prayitno Menilai Keakraban Prabowo Subianto Bersama Joko Widodo Dan Gibran Rakabuming Raka Di Istana Merdeka Jakarta

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti momen kebersamaan Presiden Prabowo Subianto, Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (18/8/2026).

Ketiga tokoh tersebut tampak duduk berderet dengan posisi Prabowo Subianto berada di tengah, diapit oleh Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka. Kehangatan yang ditunjukkan dalam momen tersebut dinilai menarik perhatian publik di tengah berbagai dinamika politik nasional yang sedang berkembang.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyampaikan bahwa penampilan bersama tersebut memunculkan berbagai tafsir, salah satunya adalah tanda bahwa hubungan politik di antara mereka masih terjaga dengan baik. Pesan tersebut sekaligus menepis berbagai persepsi miring yang beredar di ruang publik mengenai hubungan ketiga tokoh nasional itu.

Meskipun demikian, Adi Prayitno mengingatkan bahwa kebersamaan yang terlihat di hadapan publik atau panggung depan belum tentu mencerminkan situasi yang sebenarnya terjadi di belakang layar. Dinamika politik menjelang Pemilihan Umum 2029 dinilai masih sangat terbuka bagi berbagai kemungkinan.

Terdapat spekulasi mengenai langkah politik yang mungkin diambil oleh Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka apabila rencana untuk melanjutkan kepemimpinan duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode tidak terealisasi pada masa mendatang.

"Ini chemistry politik yang tidak bisa dibantah. Kan tidak mungkin kalau tidak ada chemistry antara tokoh ini bisa saling duduk satu sama lain. Kelihatan sekali gesture politik tiganya sangat happy dan menunjukkan hangat," kata Adi Prayitno.

"Di panggung belakang kita nggak pernah tahu apa hubungan para tokoh ini baik seperti di panggung depan atau justru sebaliknya," ujarnya.

"Karena banyak sekali desas-desus soal kemungkinan manuver politik Jokowi dan Gibran jika proposal politik dua periode duet Prabowo-Gibran itu tidak dipenuhi, maka bukan tidak mungkin Jokowi dan Gibran akan memiliki opsi politik yang lain. Dan mungkin akan head to head to head dengan Prabowo," kata Adi Prayitno. (Evu)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel