Susno Duadji Kritik Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo Terkait Isu Nepotisme Jabatan Komisaris BUMN

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji melayangkan kritik keras terhadap Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo terkait isu penunjukan keponakannya sebagai komisaris di salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara pada Minggu (12/7/2026).
Kritik tersebut disampaikan melalui akun media sosial pribadi milik Susno Duadji setelah beredar kabar mengenai posisi Aisyah Zakiyyah sebagai komisaris di PT PP (Persero) Tbk. Isu ini menjadi sorotan publik karena Aisyah Zakiyyah diketahui memiliki hubungan kekerabatan sebagai keponakan dari Menteri Pekerjaan Umum.
Berdasarkan penelusuran, Aisyah Zakiyyah memang telah menjabat sebagai salah satu komisaris di perusahaan konstruksi pelat merah tersebut sejak Mei 2026 lalu. Namun, proses penunjukan posisi tersebut dilakukan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham yang melibatkan Menteri Badan Usaha Milik Negara, bukan ditunjuk langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum.
Sebelum menjabat sebagai komisaris, Aisyah Zakiyyah pernah menduduki posisi sebagai Tenaga Ahli Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Menteri Pekerjaan Umum. Hubungan keluarga inilah yang kemudian memicu reaksi publik di tengah sorotan terhadap kinerja kementerian tersebut.
Selain isu jabatan komisaris, Kementerian Pekerjaan Umum sebelumnya juga diterpa kabar miring mengenai rencana perjalanan keluarga menteri ke Amerika Serikat menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kabar mengenai penggunaan fasilitas negara untuk keluarga tersebut telah dibantah oleh pihak Kementerian Pekerjaan Umum.
Melalui unggahan di akun pribadinya, mantan Kabareskrim Polri menilai tindakan tersebut dapat merusak citra pemerintahan dan meminta agar menteri yang bersangkutan dievaluasi dari jabatannya. "Menteri model begini mesti- sdh harus ditendang jauh dari Kabinet, ngotori negeri konoha rusak negara," kata Susno Duadji.
Hingga saat ini, polemik mengenai penunjukan komisaris BUMN dan isu perjalanan dinas tersebut masih terus menuai beragam tanggapan dari masyarakat di ruang publik. (Evu)