Presiden Prabowo Subianto Tanggapi Isu Pergantian Kapolri Dan Penebalan Pasukan Di Widya Chandra

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan menyoroti isu pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan kabar penebalan pasukan di kawasan Widya Chandra pada Senin (2/12/2024).
Kabar tersebut mencuat setelah adanya laporan investigasi yang menyebutkan adanya ketegangan antara kepala negara dengan jajaran kepolisian akibat tindakan penggeledahan yang dilakukan tanpa koordinasi terlebih dahulu. Presiden dilaporkan mempertanyakan langkah penegakan hukum tersebut karena dinilai memiliki dampak politik yang besar bagi jalannya pemerintahan.
Di tengah situasi tersebut, muncul pembahasan mengenai evaluasi jabatan Kapolri dengan memunculkan nama Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Karyoto sebagai salah satu kandidat pengganti. Namun, pihak Istana Kepresidenan maupun Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait kebenaran informasi tersebut.
Berdasarkan laporan investigatif yang beredar, ketegangan bermula saat aparat kepolisian melakukan penggeledahan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada Presiden. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dikabarkan telah memberikan penjelasan dan menyampaikan permohonan maaf, dengan alasan tindakan tersebut dilakukan secara mendadak guna menghindari potensi kebocoran informasi.
Selain isu penggeledahan, terdapat pula laporan mengenai penambahan kekuatan personel atau penebalan pasukan di kawasan Widya Chandra yang sempat menimbulkan kekhawatiran di lingkungan Istana. Kendati demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh langkah pengamanan dilakukan murni untuk kebutuhan organisasi dan mekanisme pengamanan negara, bukan untuk kepentingan politik tertentu.
"Kalian mau sabotase pemerintahan saya?" ujar Presiden Prabowo Subianto sebagaimana dikutip dalam laporan investigasi tersebut.
Hingga saat ini, perkembangan mengenai isu pergantian pimpinan Korps Bhayangkara dan hubungan antara lembaga kepresidenan dengan kepolisian masih terus dipantau oleh berbagai pihak karena dinilai strategis bagi stabilitas keamanan nasional. (Gelora)