Massa Ormas Datangi Rumah Orang Tua Pembawa Acara Sayembara Hafalan Alquran Berhadiah Minuman Keras Di Bekasi

BEKASI, LELEMUKU.COM – Sejumlah massa dari organisasi kemasyarakatan mendatangi sebuah rumah di kawasan Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, yang diduga milik pembawa acara sayembara hafalan Alquran berhadiah minuman keras pada Selasa (11/8/2026) malam.
Aksi yang berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB tersebut dipicu oleh keresahan warga setelah video tantangan melafalkan Surat Ad Dhuha dengan imbalan minuman beralkohol viral di media sosial. Pihak kepolisian segera turun ke lokasi guna mengamankan situasi dan mencegah terjadinya bentrokan fisik.
Rumah yang didatangi oleh kerumunan tersebut ternyata bukan kediaman pribadi sang pembawa acara, melainkan rumah mendiang orang tuanya yang sudah meninggal dunia. Saat kejadian berlangsung, pembawa acara yang dicari juga tidak berada di lokasi tersebut.
Kejadian ini bermula dari sebuah video viral yang menunjukkan peserta ditantang menghafal salah satu surat dalam Alquran untuk mendapatkan minuman keras dalam acara konser musik di Ancol, Jakarta Utara. Kepolisian telah melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa yang menuai kecaman publik tersebut.
Pihak penyelenggara konser dan produsen minuman keras yang logonya tercantum dalam acara tersebut segera memberikan klarifikasi. Manajemen merek minuman keras menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan bagian dari promosi resmi mereka, melainkan aksi spontan dari salah satu pengunjung yang mengambil mikrofon saat jeda acara.
Kapolsek Rawalumbu Akhmadi menjelaskan bahwa pihaknya langsung memberikan pemahaman kepada massa yang berkumpul agar situasi tetap kondusif. "Jadi mereka itu kan nggak paham, makannya saya kasih pemahaman akhirnya mereka membubarkan diri," ujar Akhmadi.
Akhmadi juga menegaskan kepada warga yang datang bahwa kasus tersebut saat ini sudah ditangani secara hukum oleh pihak kepolisian. "Saya kasih pemahaman, bahwa itu sudah ditangani sama polisi," ucap Akhmadi.
Pembawa acara bernama Ega mengakui kelalaiannya karena tidak segera mengambil kembali mikrofon saat pengunjung memulai sayembara tersebut, serta menegaskan pihak produsen tidak terlibat dalam aksi spontan itu. (Evu)