-->

Ekonom Devian Qori Pertanyakan Pengelolaan Dana Hasil Penebangan Pohon Lahan IKN

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Ekonom Devian Qori menyoroti aktivitas penebangan pohon dalam pembukaan lahan Ibu Kota Nusantara atau IKN serta mempertanyakan pengelolaan hasil tebangan kayu tersebut baru-baru ini.

Devian Qori menilai bahwa aliran dana dari hasil penebangan dan ekspor kayu tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui ke mana uang tersebut mengalir. Ia mengklaim nilai dari aktivitas penebangan dan pembukaan lahan baru selama 10 tahun terakhir secara keseluruhan bisa mencapai angka yang sangat besar.

Menurut perhitungan yang disampaikannya, akumulasi dari aktivitas penerbangan dan penebangan untuk pembukaan lahan baru selama 10 tahun terakhir tersebut ditaksir dapat mencapai sekitar Rp7.000 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Devian Qori saat menjadi narasumber dalam program Forum Keadilan TV. Dalam kesempatan itu, ia sedang membahas persoalan utang negara serta dugaan aliran dana yang terjadi pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Ia menjelaskan bahwa banyak pihak yang kemungkinan belum memperhitungkan potensi ekonomi dari pembukaan lahan di ibu kota baru tersebut. Padahal, aktivitas tersebut melibatkan penebangan pohon yang kayunya kemudian diekspor ke luar negeri.

"Orang mungkin belum menghitung ya, bahwa pembukaan IKN itu melibatkan penebangan pohon. Padahal ini juga diekspor," kata Devian.

"Kalau kita totalkan 10 tahun terakhir penerbangan dan penebangan untuk pembukaan lahan baru, bisa mencapai 7.000 triliun," ujarnya.

Ia pun mendesak agar dilakukan penyelidikan lebih mendalam guna memperjelas pihak-pihak yang terlibat langsung dan menikmati keuntungan ekonomi dari aktivitas tersebut. "Ini harus diselidiki. Siapa yang membawa? Siapa yang menikmati? Siapa yang melakukannya?" kata dia. (Gelora)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel