-->

BMKG Catat 37 Gempa Susulan Setelah Gempa Magnitudo Tujuh Guncang Mbay Nusa Tenggara Timur

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat sebanyak 37 aktivitas gempa bumi susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo tujuh mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) dini hari.

Berdasarkan hasil pemantauan lembaga tersebut hingga pukul 07.07 WIB, kekuatan gempa susulan bervariasi antara magnitudo 3,6 hingga 6,2. Dari puluhan kejadian tersebut, terdapat satu gempa susulan yang dirasakan oleh masyarakat setempat.

Gempa utama sebelumnya terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur. Titik tersebut berjarak sekitar 36 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman gempa mencapai 10 kilometer.

Guncangan gempa utama tersebut sempat memicu dikeluarkannya peringatan dini tsunami untuk beberapa wilayah pesisir di Nusa Tenggara Timur. Kendati demikian, peringatan dini bahaya tsunami tersebut kini telah dinyatakan berakhir oleh pihak berwenang.

Pengumuman berakhirnya peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi tersebut disampaikan secara resmi melalui akun media sosial X milik lembaga meteorologi tersebut. Meski ancaman tsunami telah usai, masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena rangkaian gempa susulan masih terus berlangsung.

"Hingga pukul 07.07 hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 37 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo antara 3,6 sampai 6,2, dan dirasakan berjumlah 1 gempa," kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

"Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, kemudian menghindari bangunan yang retak yang diakibatkan oleh gempa bumi. Dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi," ucap Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Masyarakat juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari lembaga terkait serta memastikan kondisi kelayakan bangunan tempat tinggal mereka guna menghindari risiko dampak kerusakan lebih lanjut. (Gelora)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel