Berbagai Kelompok Masyarakat Menyiapkan Aksi Demonstrasi Di Gedung DPR RI Pada Kamis 27 Agustus 2026

JAKARTA, LELEMUKU.COM – Sejumlah kelompok masyarakat dari berbagai daerah bersiap menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026) dengan membawa berbagai tuntutan berbeda.
Kelompok pertama adalah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang berangkat menggunakan dua mobil sejak Kamis (20/8/2026) bersama Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu untuk menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset Koruptor dan hukuman mati bagi koruptor. Sementara itu, Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo menyiapkan 500 tiket keberangkatan dari Bangkalan untuk menyuarakan dukungan terhadap program pemerintah.
Di sisi lain, Aliansi Rakyat Peduli Indonesia menuntut kepastian kontrak kerja bagi pekerja dapur program Makan Bergizi Gratis. Namun, rencana aksi ini mendapat penolakan dari Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia dan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al-Washliyah DKI Jakarta yang menilai adanya potensi tindakan konfrontatif.
Persiapan aksi dari Pati sempat mengalami kendala setelah rekening bank milik koordinator lapangan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu diblokir secara tiba-tiba dengan saldo sekitar Rp80 juta sembilan ratus sekian. Pihak bank mengonfirmasi bahwa pemblokiran tersebut dilakukan atas permintaan dari aparat penegak hukum.
Sementara itu, massa dari Madura yang terdiri dari berbagai profesi seperti tukang becak, buruh, dan sopir menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah untuk mengawal program pemerintah agar berjalan dengan tata kelola yang lebih baik.
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Supriyono menyampaikan bahwa tuntutan utama mereka berfokus pada pemberantasan korupsi. "Kita menuntut pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset koruptor dan hukum mati koruptor," ucap Supriyono.
Terkait pemblokiran rekening, Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista menjelaskan tindakan tersebut merupakan prosedur resmi. "Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku," kata Adhika Vista.
Koordinator Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo, Ali menyebutkan dukungan mereka terhadap program Makan Bergizi Gratis tetap disertai catatan evaluasi. "Jadi, bukan dihentikan programnya, tetapi diperbaiki tata kelolanya sehingga program ini bisa betul-betul berjalan semakin baik," kata Ali.
Masyarakat dan pengguna jalan yang akan melintasi kawasan Senayan serta Jakarta Pusat diimbau untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas pada hari pelaksanaan aksi tersebut. (Evu)