Bahar Bin Smith Tantang Grib Jaya Pasca Tewasnya Dua Korban Penganiayaan Di Jakarta Pusat

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Tokoh masyarakat Bahar bin Smith menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus dugaan penganiayaan oleh oknum organisasi kemasyarakatan Grib Jaya yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia pada Sabtu (29/8/2026).
Kedua korban yang meninggal dunia tersebut adalah seorang pedagang kaca bernama Bambang Setiawan dan seorang anak sekolah bernama Fatur. Keduanya mengembuskan napas terakhir setelah dikeroyok oleh kelompok tidak dikenal menggunakan bambu di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Sebelum meninggal dunia, kedua korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawa keduanya tidak tertolong akibat luka parah yang diderita.
Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi di tengah aksi demonstrasi yang berlangsung pada Kamis (27/8/2026). Kejadian ini kemudian memicu reaksi keras dari Bahar bin Smith yang langsung menemui pihak keluarga korban penganiayaan tersebut.
Bahar bin Smith menilai tindakan kekerasan tersebut merupakan tindakan pidana murni yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ia mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap dan mengadili seluruh pelaku yang terlibat.
"Kami akan kawal kasus ini yang menjadi korban kebiadaban ormas, Bapak Bambang, Fatur sampai meninggal dunia karena dikeroyok, dianiaya," ujar Bahar bin Smith dalam rekaman video yang beredar luas.
"Jadi mereka wajib ditangkap pelaku penganiayaan. Saya jaminkan, saya di sisi rakyat, jika mereka atau preman berada di sisi penguasa maka saya di sisi rakyat," kata Bahar bin Smith.
Kasus ini kini tengah menjadi perhatian publik dan diharapkan aparat penegak hukum segera melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku pengeroyokan tersebut. (Evu)