Keanekaragaman Hayati Provinsi Sumatera Barat Menjadi Kawasan Konservasi Prioritas Di Indonesia
PADANG, LELEMUKU.COM – Provinsi Sumatera Barat terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu kawasan konservasi prioritas di Indonesia karena memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi di dalam hutan tropis alaminya.
Kawasan konservasi utama di provinsi ini didukung oleh keberadaan dua taman nasional, yaitu Taman Nasional Siberut dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Taman Nasional Siberut yang terletak di Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki luas 190.500 hektare dan telah ditetapkan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO sejak tahun 1981, serta diperkuat melalui keputusan menteri pada tahun 1993. Taman nasional ini melindungi 896 spesies tumbuhan berkayu, 31 spesies mamalia, 134 spesies burung, serta empat spesies endemik primata yang terancam punah.
Sementara itu, Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan taman nasional terbesar di Sumatera dengan luas mencapai 1.368.000 hektare yang membentang di empat provinsi. Kawasan ini menjadi habitat utama bagi flora langka seperti padma raksasa dan bunga bangkai, serta mamalia besar seperti gajah sumatera, badak sumatera, dan harimau sumatera. Populasi harimau sumatera di taman nasional ini diperkirakan berkisar antara 115 hingga 130 ekor, ditambah dengan sekitar 70 hingga 100 ekor di wilayah Sumatera Barat lainnya.
Selain taman nasional, Sumatera Barat memiliki sejumlah cagar alam bersejarah, termasuk Cagar Alam Rimbo Panti di Kabupaten Pasaman yang ditetapkan pada Rabu (8/6/1932) dengan luas awal 3.120 hektare. Kawasan tersebut melindungi lebih dari 123 jenis fauna yang terdiri atas 11 jenis ikan, empat jenis amfibi, delapan jenis reptil, 81 jenis burung, dan 18 jenis mamalia, serta 28 jenis flora termasuk bunga bangkai dan padma raksasa. Ada pula Cagar Alam Batang Palupuh di Kabupaten Agam seluas 3,4 hektare yang ditetapkan sejak Jumat (14/11/1930) sebagai pusat konservasi bunga Rafflesia arnoldii yang tersebar di 17 kecamatan.
Beberapa cagar alam lainnya yang tersebar di provinsi ini meliputi Cagar Alam Lembah Anai, Cagar Alam Air Putih seluas 23.467 hektare, Cagar Alam Air Terusan seluas 25.177 hektare, hingga Cagar Alam Barisan I seluas 74.821 hektare. Namun, seluruh kekayaan hayati ini menghadapi ancaman serius dari aktivitas alih fungsi lahan, penebangan liar, dan perambahan hutan. Dampak dari penyempitan habitat ini memicu konflik satwa, seperti harimau sumatera yang kerap masuk ke permukiman warga untuk memangsa ternak.
Upaya konservasi secara berkelanjutan terus diupayakan guna melindungi keanekaragaman hayati yang menjadi aset alam terpenting di Sumatera Barat ini dari kepunahan. (Evu)