-->

Bank Indonesia Dan Pemerintah Daerah Berkolaborasi Kendalikan Inflasi Melalui Sektor Pertanian Di Jayapura

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua bersama pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilisasi harga serta mengendalikan inflasi melalui pengembangan sektor pertanian pada Kamis (5/3/2026).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Program Strategis Nasional Cetak Sawah Rakyat dengan target pembukaan lahan seluas 4.000 hektare di Provinsi Papua pada tahun 2025. Dari target tersebut, Kota Jayapura memperoleh alokasi seluas 100 hektare yang dipusatkan di Distrik Muara Tami dengan penanaman padi perdana yang telah dimulai pada Oktober 2026.

Selain program cetak sawah, Bank Indonesia Papua juga aktif mengendalikan inflasi melalui aspek keterjangkauan harga serta ketersediaan pasokan. Sepanjang tahun 2025, Bank Indonesia Papua telah melaksanakan 297 kegiatan Gerakan Pangan Murah serta memberikan bantuan kendaraan operasional kepada petani binaan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian ke pasar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, perekonomian Provinsi Papua pada triwulan pertama tahun 2026 tumbuh sebesar 4,96 persen secara tahunan, namun mengalami kontraksi sebesar minus 0,80 persen dibanding triwulan sebelumnya. Sementara itu, pada Mei 2026, Provinsi Papua Tengah mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,52 persen, disusul Provinsi Papua Pegunungan sebesar 0,48 persen.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Akhmad Jaelani menjelaskan bahwa besaran Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku triwulan pertama tahun 2026 mencapai Rp 23.579,94 miliar dan atas dasar harga konstan tahun 2010 mencapai Rp 13.729,13 miliar. Struktur ekonomi Papua pada periode ini masih didominasi oleh lapangan usaha konstruksi sebesar 19,37 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran didominasi konsumsi rumah tangga sebesar 54,85 persen.

Walikota Jayapura Abisai Rollo mendukung penuh pengembangan lahan pertanian di wilayah Koya Timur dan Koya Barat yang dinilai memiliki potensi besar untuk diperluas hingga 500 hektare ke depan. "Hari ini kita tanam, ke depan kita juga akan panen di Koya Timur. Distrik Muara Tami kita dorong menjadi lumbung ketahanan pangan Kota Jayapura. Petani kita tidak hanya menanam padi, tetapi juga jagung dan tanaman pangan lainnya," kata Abisai Rollo.

Dalam kesempatan terpisah, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Warsono menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan bantuan sarana prasarana pertanian serta memperkuat kapasitas anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi Papua Aryoko Rumaropen berharap bantuan alat dan mesin pertanian dari kementerian dapat terus berlanjut agar pemanfaatan lahan berjalan optimal.

Melalui strategi empat K yang meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas pasokan pangan bagi masyarakat di perkotaan hingga kampung-kampung. (Evu)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel