Selebgram Fahira Almira Mengklarifikasi Unggahan Pengalaman Medis Usus Buntu Yang Viral Di Media Sosial

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Selebgram Fahira Almira memberikan klarifikasi terkait unggahan pengalaman medisnya yang viral di media sosial baru-baru ini setelah menuai perdebatan publik mengenai perbedaan diagnosis penyakit antara rumah sakit di Indonesia dan Malaysia.
Fahira mengungkapkan bahwa dirinya sempat didiagnosis mengalami radang usus buntu oleh tiga rumah sakit di Indonesia setelah merasakan gejala demam tinggi, sakit perut sebelah kanan, dan muntah. Hasil pemeriksaan ultrasonografi di Indonesia menunjukkan ukuran ususnya mencapai 8,1 milimeter, sementara ukuran normalnya adalah lima hingga enam milimeter.
Karena khawatir usus buntunya pecah, Fahira memutuskan untuk segera mencari opini kedua ke Penang, Malaysia. Namun, hasil pemeriksaan di Island Hospital menunjukkan bahwa masalah kesehatan yang dialaminya berada di usus besar dan tidak memiliki hubungan dengan usus buntu.
Unggahan cerita Fahira tersebut kemudian memicu kegaduhan di media sosial karena ia dianggap meremehkan fasilitas kesehatan serta dokter di Indonesia. Beberapa warganet bahkan menduga cerita tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran, mengingat latar belakang Fahira sebagai kreator konten kecantikan dan hiburan.
Fahira Almira sendiri merupakan selebgram asal Jawa Timur yang aktif di berbagai platform digital dan merupakan adik dari figur publik Sarah Keihl. Selain menjadi pembuat konten, mahasiswi Administrasi Bisnis di Universitas Brawijaya ini juga memiliki pengalaman di dunia seni peran dengan membintangi serial Metamorfosa Cacing pada tahun 2021, Can You Hear Me?, serta film Kutukan 9 Setan pada tahun 2023.
Menanggapi reaksi publik yang meluas, Fahira memberikan klarifikasi bahwa unggahan tersebut murni merupakan pengalaman pribadinya tanpa ada maksud untuk menyudutkan pihak tertentu.
"Ini murni pengalaman pribadiku, bukan untuk menyalahkan pihak mana pun. Jangan takut bertanya dan mencari second opinion jika memang diperlukan. Setiap kondisi pasien berbeda," kata Fahira Almira.
(Evu)