-->

Guru Besar Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar Kritik Kebijakan Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar mengkritik tajam sejumlah kebijakan populis pemerintah yang dinilai melenceng dari tujuan penciptaan kesetaraan ekonomi masyarakat pada Kamis (27/8/2026).

Kebijakan yang disoroti meliputi program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat. Program-program tersebut dinilai tidak lagi berfokus pada kesejahteraan rakyat, melainkan sekadar menjadi instrumen kekuasaan.

Zainal Arifin Mochtar juga menyoroti buruknya kualitas implementasi di lapangan yang diindikasikan oleh masuknya aparat penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian, dan Kejaksaan untuk menindak dugaan korupsi dalam proyek Makan Bergizi Gratis.

Sementara itu, untuk program Koperasi Desa Merah Putih, pakar hukum tata negara ini menilai arah kebijakannya telah bergeser dari ekonomi kerakyatan menjadi kapitalisme negara. Hal ini sejalan dengan temuan riset dalam film dokumenter Dirty Vote.

Berdasarkan analisis dokumenter tersebut, sebagian besar pihak yang ditunjuk sebagai eksekutor program Koperasi Desa dan Makan Bergizi Gratis terindikasi memiliki afiliasi dengan yayasan serta tokoh-tokoh di lingkaran inti kekuasaan.

"Apa yang mau saya katakan terkait kualitas kebijakan? Ternyata dalam analisis yang dibangun, (program-program) ini dipakai untuk menopang mesin politik, bahkan dipakai untuk menopang mesin keamanan dan ketertiban," ujar Zainal Arifin Mochtar dalam sesi diskusi.

(Gelora)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel