Guntur Romli Kritik Usulan Percepatan Pemilu 2029 Oleh Lingkaran Mantan Presiden Jokowi

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Juru Bicara PDI Perjuangan Guntur Romli melayangkan kritik tajam terhadap wacana percepatan Pemilihan Umum 2029 yang disuarakan oleh lingkaran mantan Presiden Joko Widodo pada Kamis (12/3/2026).
Guntur Romli menilai usulan yang dilontarkan oleh Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi tersebut merupakan bentuk keserakahan kekuasaan. Langkah ini juga dianggap sebagai upaya untuk mendelegitimasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang sedang berjalan.
Menurut dia, terdapat pola manuver politik yang berulang pada tahun 2026 ini dari lingkaran terdekat mantan presiden tersebut. Jika sebelumnya mereka sibuk mewacanakan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode, kini narasinya berubah menjadi pemotongan masa jabatan pihak yang sedang berkuasa.
Politisi PDI Perjuangan itu menyebut bahwa dorongan untuk mempercepat pelaksanaan pemilihan umum saat kelompok tersebut tidak lagi berada di lingkaran kekuasaan menunjukkan ambisi politik yang berlebihan. Ia menilai lingkaran tersebut kerap memunculkan kegaduhan politik yang berisiko menabrak konstitusi.
Selain mengkritik lingkaran mantan presiden, Guntur Romli menyatakan bahwa dirinya juga bersikap objektif dengan tetap melayangkan kritik kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia melihat adanya perbedaan respons dari para pendukung kedua tokoh tersebut dalam menerima masukan.
"Dulu minta perpanjangan presiden 3 periode, sekarang melempar percepatan Pemilu 2029. Bukan lagi wacana memperpanjang kekuasaan Jokowi, tapi mempercepat berakhirnya kekuasaan Prabowo," ujar Guntur Romli.
"Nafsu kekuasaan Jokowi dan lingkarannya sangat nyata. Kalau tidak berkuasa, dia dorong Pemilu lebih cepat. Serakah itu unlimited," kata Guntur Romli.
"Kontenku tidak hanya ngomongin Jokowi. Prabowo dan pemerintah juga aku kritik, tapi bedanya telinga pendukung Prabowo tidak setipis Termul," ucap Guntur Romli.
(Evu)