-->

Uskup Jayapura Bantah Tuduhan Pesawat AMA Angkut Aparat Dan Amunisi Di Papua

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Uskup Jayapura Yanuarius Theofilus Matopai Yuo membantah keras tuduhan bahwa pesawat Associated Mission Aviation atau AMA digunakan untuk mengangkut aparat keamanan dan amunisi di Papua pada Minggu (5/7/2026).

Yanuarius menegaskan bahwa operasional maskapai penerbangan perintis tersebut sepenuhnya murni untuk menjalankan misi kemanusiaan bagi masyarakat di wilayah pedalaman. Klarifikasi ini dikeluarkan untuk merespons berbagai informasi yang beredar di publik setelah terjadinya insiden yang menimpa salah satu armada AMA di Kabupaten Yahukimo.

Pihak gereja menegaskan komitmen awal kehadiran AMA di Tanah Papua adalah memberikan pelayanan transportasi udara bagi warga di daerah terpencil yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Selama puluhan tahun, maskapai ini menjadi sarana vital dalam mendukung sektor kesehatan, pendidikan, keagamaan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Keberadaan armada udara tersebut sangat membantu ribuan warga pedalaman untuk mengakses fasilitas kesehatan dan sekolah. Transportasi udara dinilai menjadi urat nadi kehidupan utama karena banyak daerah di wilayah tersebut hanya bisa dijangkau dengan menggunakan pesawat perintis.

Oleh karena itu, tuduhan yang mengaitkan aktivitas penerbangan misi kemanusiaan ini dengan kepentingan militer dinilai sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan.

"Informasi yang mengatakan pesawat AMA mengangkut anggota TNI, Polri maupun amunisi itu tidak benar sama sekali. Kami membantah tuduhan tersebut," ujar Yanuarius Theofilus Matopai Yuo.

"AMA hadir untuk pelayanan kemanusiaan. Pesawat ini membawa tenaga kesehatan, pelayanan gereja, pendidikan, logistik kemanusiaan, serta membantu masyarakat pedalaman memperoleh pelayanan dasar," kata Yanuarius Theofilus Matopai Yuo.

"Kami sungguh-sungguh berkomitmen bahwa pesawat AMA tidak digunakan untuk mengangkut anggota TNI maupun Polri. Tuduhan itu sama sekali tidak benar," ucap Yanuarius Theofilus Matopai Yuo.

Melalui penegasan tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat menghormati fungsi pelayanan kemanusiaan yang dijalankan oleh AMA agar akses terhadap kebutuhan dasar masyarakat di pedalaman Papua tidak mengalami gangguan. (Evu)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel