Donald Trump Ancam Luncurkan Ribuan Rudal Ke Iran

Foto: Gelora
WASHINGTON, LELEMUKU.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan meluncurkan ribuan rudal untuk menghancurkan Iran secara total jika negara tersebut melakukan upaya pembunuhan terhadap dirinya. Pernyataan keras tersebut disampaikan melalui media sosial pribadinya pada Jumat (10/7/2026).
Trump mengklaim militer Amerika Serikat telah mengarahkan 1.000 rudal ke Iran dan siap meluncurkan ribuan rudal tambahan jika ancaman pembunuhan terhadap dirinya terbukti. Ia juga menyatakan telah meninggalkan instruksi khusus agar militer melakukan pemboman skala besar dalam kurun waktu satu tahun untuk melenyapkan negara tersebut.
Namun, sejumlah pakar hukum menilai instruksi balas dendam yang direncanakan Trump tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan diduga melanggar konstitusi Amerika Serikat. Berdasarkan aturan suksesi kepemimpinan, Wakil Presiden JD Vance akan langsung mengambil alih komando militer dan memiliki hak penuh untuk menentukan respons pertahanan negara secara mandiri.
Sejarawan Amerika Serikat, Garrett Graff, menjelaskan bahwa negara tersebut secara teknis belum pernah mengaktifkan mekanisme keamanan berbasis instruksi otomatis pascakematian presiden. Rencana darurat nasional yang ada tidak mengizinkan militer untuk langsung melancarkan serangan balasan seketika setelah presiden terbunuh.
Di sisi lain, laporan intelijen terbaru dari otoritas keamanan Amerika Serikat juga menunjukkan tidak ada indikasi konkret mengenai rencana konspirasi pembunuhan baru dari pihak Iran terhadap Trump.
Ketegangan militer antara kedua negara sendiri terus meningkat setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke wilayah Iran pada tanggal tujuh dan delapan Juli lalu. Serangan militer ketiga dalam sepekan kembali dilancarkan oleh pasukan Amerika Serikat pada Minggu (12/7/2026) dini hari.
Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai langkah diplomasi yang akan diambil untuk meredakan konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah tersebut. ((Evu))