WALIKOTA KUPANG AJAK PESERTA SIDANG KLASIS KUPANG KOTA DUKUNG PROGRAM KUPANG HIJAU

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, S.Sos, Ketua Majelis Klasis Kota Kupang, Pdt. Jeheskiel Adam, S.Th., M.Hum, Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK, Direktur Utama BPR TLM Kupang, Robert Fanggidae, SE, Kapolsek Oebobo, Camat Kota Raja, Rudi Abubakar, Lurah Bakunase II, Ibrahim H. Passoe, S.Sos, dan ketua majelis jemaat serta pendeta se-wilayah Klasis Kota Kupang dan peserta sidang.
Kebaktian pembukaan sidang Klasis di pimpin oleh Pendeta Dr. Ira D. Mangililo, sedangkan sidang dibuka oleh Ketua Majelis Klasis Kota Kupang, Pdt. Jeheskiel Adam, S.Th., M.Hum. Sebelum sambutan Wali Kota, Ketua Panitia Imanuel Maleilegi, SH. Menyampaikan laporan kegiatan.

“sidang ini tentunya merupakan kegiatan yang sangat positif terutama dalam perspektif pembangunan, bukan saja pembangunan jemaat tetapi juga pembangunan di Kota Kupang, oleh karena itu kami Pemerintah berharap kepada Klasis Kota Kupang agar program-program yang di hasilkan dari sidang ini bisa memberikan manfaat luar bisa bagi masyarakat Kota Kupang, dan sudah barang tentu diharapkan gereja bisa bersinergi dengan Pemerintah Kota Kupang,” ujar Walikota Kupang.
Lebih lanjut Wali Kota Kupang memaparkan terkait Gerakan Kupang Hijau yang dapat disinergikan dengan program-program gereja ke depan antara lain aksi tanam pohon, tanam air dan pengurangan sampah plastik, “mari kita tanam pohon di lingkungan kita masing-masing, agar Kota Kupang semakin hijau dan sejuk. Mari menanam air untuk mengatasi kekeringan yang sering menjadi persoalan di Kota ini, saya berharap semua jemaat bisa membuat lubang resapan di rumah masing-masing atau di lingkungan gereja agar menjadi percontohan bagi jemaat. Mari kita mengurangi penggunaan plastik agar tidak menambah volume sampah di lingkungan kita,” imbau Walikota Kupang.
suara gembala yang disampaikan oleh Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon, mengingatkan kembali warga GMIT mengenai tema pelayanan GMIT tahun ini yakni “Roh Tuhan Berkuasa atas Gereja, Masyarakat dan Semesta”, “ini merupakan ajakan agar segala pelayanan kita dipimpin oleh Roh Kudus. Roh Kudus berkuasa atas Gereja, masyarakat dan semesta supaya setiap orang siap diperbaharui terutama dari dalam Gereja, kemudian berdampak dalam kehidupan bermasyarakat serta semesta atau lingkungan dimana kita tinggal”, kata Ketua Sinode GMIT.

Usai sambutan dan suara gembala dilanjutkan dengan penanaman pohon di lingkungan Gereja Yarden Labat sebagai tanda dukungan gereja terhadap Program Kupang Hijau, dalam kesempatan tersebut ada delapan pohon yang ditanam, masing-masing oleh Wali Kota Kupang, Ketua DPRD Kota Kupang, Ketua Sinode GMIT, Ketua Majelis Klasis Kota Kupang, Pdt. Evi Lawaherila, Pdt. Desiana Rondo, Pdt. Boy Takoy dan Pdt. Stef Makunimau.
Hari pertama sidang setelah acara pembukaan diawali dengan panel diskusi dengan narasumber antara lain, Wali Kota Kupang, Direktur Utama BPR TLM Kupang, Robert Fanggidae, SE yang menyampaikan materi mengenai pemberdayaan ekonomi jemaat. (PKP_frd/nt)