Poernomo Memprediksi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto Berpotensi Menghadapi Tekanan Politik Pascaaksi Demonstrasi 27 Agustus 2026

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Mantan Direktur E Badan Intelijen Strategis Poernomo memberikan peringatan mengenai dinamika politik pascaaksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) yang dinilai berpotensi menjadi tekanan besar bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Poernomo menyoroti adanya kejanggalan dalam aksi massa tersebut, salah satunya adalah munculnya teriakan bernada permusuhan terhadap presiden di tengah kerumunan, namun tidak terjadi bentrokan fisik di lapangan antara kelompok yang pro dan kontra. Ia menilai situasi ini menunjukkan adanya indikasi mobilisasi yang terencana dan bukan gerakan spontan dari masyarakat.
Menurutnya, informasi mengenai potensi adanya upaya untuk membenturkan kelompok demonstran pada momentum tersebut sebenarnya telah disampaikan kepada pihak berwenang. Namun, laporan itu dinilai tidak mendapatkan tanggapan yang cukup serius dari penerima laporan.
Ia menjelaskan bahwa persoalan-persoalan dari periode pemerintahan sebelumnya diduga sengaja dikumpulkan oleh pihak tertentu untuk dijadikan bahan guna menekan pemerintahan saat ini. Narasi yang dibangun adalah ketidakmampuan pemerintah dalam menyelesaikan masalah rakyat, meskipun masalah tersebut merupakan warisan masa lalu.
Jika penumpukan persoalan sosial, ekonomi, dan politik ini tidak segera diatasi dengan kebijakan yang konkret, dinamika yang muncul saat ini dikhawatirkan dapat berkembang menjadi embrio gerakan nasional yang lebih luas.
Mestinya aparat keamanan itu, khususnya intelijen, jarum jatuh harus tahu, kata Poernomo dalam sebuah diskusi pada Jumat (28/8/2026).
Kalau sampai Oktober Presiden Prabowo tidak melakukan satu keputusan yang pro-rakyat, Prabowo yang jatuh, ujar Poernomo menambahkan agar presiden tidak memikul beban persoalan yang terlalu berat tanpa langkah korektif.
Pemerintah kini diharapkan dapat segera mengambil langkah politik dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat guna menjaga stabilitas nasional. (Evu)