-->

Muhammad Said Didu Tanggapi Video Viral Budi Arie Setiadi Mengenai Isu Percepatan Pemilu Sebelum Tahun 2029

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Analis kebijakan publik Muhammad Said Didu menanggapi video viral Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang menyinggung kemungkinan percepatan pemilihan umum sebelum tahun 2029 pada Minggu (24/8/2026).

Tanggapan tersebut disampaikan oleh Muhammad Said Didu melalui akun media sosial X pribadinya. Ia menilai pernyataan Budi Arie Setiadi di hadapan Presiden Joko Widodo tersebut merupakan sinyal bahwa presiden tidak bersedia melepaskan kekuasaannya kepada siapa pun setelah masa jabatannya berakhir.

Dalam potongan video yang beredar, Budi Arie Setiadi mengungkapkan insting politiknya mengenai potensi terjadinya percepatan sejarah atau pemilihan umum yang lebih cepat dari jadwal tahun 2029. Pernyataan tersebut disampaikan langsung di samping Presiden Joko Widodo dan memicu berbagai spekulasi di ruang publik.

Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa kondisi masyarakat saat ini mengalami anomali akibat keresahan sosial dan situasi ekonomi yang tidak menentu. Ia membandingkan dinamika saat ini dengan peristiwa reformasi pada tahun 1997 yang mempercepat pelaksanaan pemilihan umum berikutnya pada tahun 1999.

Menurut Budi Arie Setiadi, potensi percepatan sejarah tersebut sangat besar terjadi karena kondisi ekonomi saat ini tidak membuat masyarakat merasa bahagia, sehingga memicu wacana alternatif di luar skenario politik konvensional.

"Solo sedang makan bubur panas Hambalang. Akhirnya terbuka dan terkuak bahwa Jokowi tidak rela serahkan kekuasaan ke siapapun, termasuk ke Pak @prabowo. Geng SOP plus poros SSB sedang bergerak," cuit Muhammad Said Didu.

"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun 97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," kata Budi Arie Setiadi.

Hingga saat ini, rekaman video tersebut terus menuai beragam reaksi dari masyarakat dan menjadi bahan diskusi hangat mengenai transisi kepemimpinan nasional di masa mendatang. (Evu)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel