-->

Profil Lengkap Provinsi Kalimantan Barat Sebagai Daerah Seribu Sungai Di Pulau Kalimantan

PONTIANAK, LELEMUKU.COM – Provinsi Kalimantan Barat menyajikan profil perkembangan wilayah seluas 147.307 kilometer persegi yang signifikan sepanjang tahun 2025 hingga tahun 2026 dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,39 persen.

Berdasarkan data demografi tahun 2025, jumlah penduduk di provinsi ini tercatat mencapai 5,77 juta jiwa, dengan rincian penduduk laki-laki sebanyak 2.959.853 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 2.811.892 jiwa. Secara administratif, wilayah terbesar ketiga di Indonesia setelah Papua dan Kalimantan Tengah ini terbagi menjadi 12 kabupaten dan dua kota, yang mencakup 174 kecamatan, 99 kelurahan, serta 2.031 desa.

Perekonomian Kalimantan Barat pada tahun 2025 ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 21,66 persen. Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku daerah ini mencapai Rp328.569,51 miliar, sementara sektor pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 31,48 persen akibat lonjakan produksi bijih bauksit sebesar 167,59 persen.

Secara historis, wilayah yang dahulunya bernama Residentie Westerafdeeling Van Borneo ini resmi dibentuk menjadi provinsi berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 yang ditetapkan oleh Presiden Soekarno pada Sabtu (29/12/1956) dan mulai berlaku pada Selasa (1/1/1957). Pemerintahan provinsi ini kemudian resmi berjalan sejak dilantiknya Adji Pangeran Afloes sebagai Penjabat Gubernur Kalimantan Barat pada Senin (28/1/1957), yang selanjutnya diperingati sebagai hari jadi provinsi tersebut.

Wilayah Kalimantan Barat juga memiliki keunikan geografis karena dilalui oleh garis khatulistiwa, di mana fenomena kulminasi matahari rutin terjadi setiap tahun pada tanggal 21 hingga 23 Maret dan 21 hingga 23 September. Selain Tugu Khatulistiwa di Kota Pontianak yang didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie pada Rabu (23/10/1771), daerah ini memiliki berbagai destinasi wisata unggulan seperti Taman Nasional Danau Sentarum, monolit batu granit Bukit Kelam, hingga Rumah Radakng suku Dayak yang memiliki panjang 138 meter, lebar 30 meter, dan tinggi tujuh meter.

Untuk mendukung konektivitas, Bandar Udara Supadio di Kabupaten Kubu Raya menjadi pintu masuk utama yang pada Mei 2026 telah melayani sebanyak 86.583 penumpang. Pemerintah juga terus mengoptimalkan infrastruktur melalui pembangunan jalan sepanjang 600 kilometer di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia serta rencana pembangunan jalan tol sepanjang 100 kilometer yang menghubungkan bandara dengan Terminal Kijing. (Evu)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel