-->

Berita Feature: 15.000 Buku di Perpustakaan Banjarmasin, Hidupkan Budaya Literasi Banua

BERITABANJARMASIN.COM - Udara terasa tak begitu panas, di luar awan tampak cerah, namun berawan. Pagi itu suasana bangunan berarsitektur Banjar di kawasan Jalan Piere Tendean ini tampak tenang. Aroma kertas buku, sekilas tercium. Di sinilah, Perpustakaan Kota Banjarmasin.


foto: maya/beritabanjarmasin.com


Awal masuk ke bangunan ini, terasa seperti masuk ke rumah sendiri. Alas kaki harus dilepas. Jangan lupa ucapkan salam sebelum masuk.


Buku tamu yang setia menyambut setiap pengunjung pun terlihat sudah terisi. Pelbagai pengunjung dari daerah berbeda mengisi buku tamu dengan beragam keperluan. Mulai dari membaca buku, atau pun sekadar berkunjung.

           


Kamis (3/1/2019), BeritaBanjarmasin.com mengunjungi Perpustakaan Kota Banjarmasin di kawasan Siring Menara Pandang. Tepat di sekitar tepian  Sungai Martapura seberang Masjid Sabilal Muhtadin yang berdiri kokoh dengan kilauan batu marmer berwarna lembut.


Melepas lelah sambil membaca buku kiranya cukup menyenangkan, namun sayangnya, budaya literasi ini seolah tergeser dengan budaya digital. Meskipun aktivitas literasi masih bisa dikulik melalui gawai, namun kebanyakan menggunakan gawainya dengan aktivitas mengunggah foto dan status di linimassa.



Membaca buku memang paling pas ditemani secangkir kopi, namun apa daya, karena di sini dilarang membawa makanan dan minuman, ya kita patuhi saja. Toh ini bukan tempat seperti ruangan pribadi. Tapi adalah fasilitas umum yang harus dijaga bersama.


Di perpustakaan ini, kami berjumpa dengan petugas yang ramah. Beliau bernama lengkap Hj Ratna Nirmalawati. Ibu Ratna tak segan menceritakan kepada kami mengenai perpustakaan dengan pola bangunan tempo dulu ini.


"Di sini kami memiliki koleksi sekitar 15.000 buku, dengan beragam kategori. Belasan ribu buku ini kami susun dengan nomor dan pembagian letak, untuk memudahkan pengunjung," tutur Ibu Ratna, kala berbincang santai bersama BeritaBanjarmasin.com.



Rupanya beliau paham betul seluk beluk perpustakaan yang sebenarnya baru pindah dari lokasi lama. Dulu Perpustakaan Kota Banjarmasin lumayan jauh dari kawasan Siring Menara Pandang, yaitu di kawasan Jalan Jafri Zam-zam.


Ibu Ratna bercerita, gedung jadul "gudang ilmu" ini buka Senin hingga Kamis. Di hari Minggu tetap buka, namun hanya sampai pukul 12 siang saja. "Hari biasa kita buka dari pukul delapan pagi. Mayoritas pengunjung dari kalangan mahasiswa," urainya.


Selain mahasiswa, ucapnya, ada pula anak-anak dan orang dewasa. Biasanya anak-anak mencari buku cerita, maupun buku pelajaran sekolah. Suasana ruangan memang cukup kecil, namun eksentrik dan nyaman. Karena bernuansa Banjar tempo dulu, dengan dominasi kayu serta cat yang kalem. Selain itu juga dilengkapi dengan pendingin ruangan dan toilet.



Di salah satu sudut ruangan juga disediakan seperangkat komputer beserta jaringan internet. Pengunjung bisa menggunakannya untuk berselancar di dunia maya. Sembari mencari bahan untuk tugas kuliah maupun referensi ulasan buku.


Selain itu, kita juga bisa mendaftar sebagai anggota perpustakaan. Cukup menyerahkan fotokopi KTP dan foto sebanyak dua rangkap. Kartu anggota hari itu juga dicetak dan bisa anda bawa pulang. Buku yang menarik, bisa anda bawa ke rumah untuk dipinjam. Meski sekarang terbiasa membaca informasi lewat perangkat telepon pintar, namun sensasi membaca secara langsung lewat buku, rasanya tak bisa tergantikan.


Nah tertarik berkunjung? Coba saja ke sini yah sobat BBCOM. Sekali-sekali kita baca buku yang berfaedah. Mengembalikan budaya literasi di bumi seribu sungai, Banjarmasin. (maya/sip) 


Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Berita Feature: 15.000 Buku di Perpustakaan Banjarmasin, Hidupkan Budaya Literasi Banua . Silahkan membaca berita lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel