-->

Penyebab Meteor Terang di Yogyakarta dan Cirebon Terungkap

Foto: Lelemuku

YOGYAKARTA, LELEMUKU.COM – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengonfirmasi fenomena kilatan cahaya hijau terang di langit Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan suara dentuman di Cirebon pada Sabtu (11/7/2026) malam sebagai aktivitas meteor superterang atau boloid.

Benda langit tersebut diperkirakan awalnya merupakan meteoroid dengan diameter sekitar satu meter. Meteor ini melesat dari arah timur laut menuju barat daya dengan panjang lintasan di permukaan Bumi mencapai sekitar 400 kilometer.

Batuan luar angkasa ini diidentifikasi sebagai bagian dari kepingan asteroid dekat-Bumi kelas Apollo yang memiliki jalur orbit mengitari Matahari di antara orbit planet Venus dan Bumi. Berdasarkan analisis geometri orbit sementara, kepingan tersebut dipastikan telah habis terbakar di udara sebelum sempat menyentuh bumi.

Warna hijau menyala yang terlihat oleh masyarakat menunjukkan adanya kandungan unsur kimia tertentu pada meteoroid tersebut. Sementara itu, suara dentuman keras yang terdengar hingga wilayah Cirebon dipicu oleh perlambatan kecepatan yang ekstrem saat benda langit itu memasuki atmosfer Bumi.

"Cahaya kehijauan sebagai penanda benda langit itu kaya akan Nikel. Meteoroid tertentu, khususnya yang berasal dari fragmentasi asteroid, dikenal sangat kaya akan Besi dan Nikel dalam rasio berat 10 banding 1," ujar Marufin Sudibyo.

"Kepingan asteroid tadi tidak berhasil menjangkau permukaan Bumi saat menjadi meteor-superterang. Dia hancur di ketinggian 46 sampai 48 kilometer," kata Marufin Sudibyo.

Peristiwa masuknya meteoroid ke atmosfer Bumi dengan skala ini sebenarnya bukan merupakan fenomena yang langka karena secara statistik global rata-rata terjadi setiap 26 hari sekali di berbagai belahan dunia. ((Evu))

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel