-->

Hubungan Politik Prabowo Subianto Dan Joko Widodo Dinilai Mulai Retak Menjelang Pemilu 2029

JAKARTA, LELEMUKU.COM – Hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo dinilai mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan menjelang Pemilihan Umum 2029 pada Rabu (15/7/2026).

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai bahwa indikasi keretakan hubungan tersebut sebenarnya sudah mulai terlihat sejak sekitar tujuh bulan terakhir. Keretakan ini diprediksi berpotensi berkembang menjadi perbedaan arah politik yang lebih nyata pada tahun 2028 mendatang.

Salah satu indikator yang terlihat adalah intensitas safari politik yang dilakukan oleh Joko Widodo ke berbagai daerah. Ray Rangkuti menganalisis bahwa langkah tersebut berkaitan dengan peluang Gibran Rakabuming Raka yang diperkirakan hanya memiliki sekitar 30 persen kesempatan untuk kembali dipilih oleh Prabowo Subianto sebagai pasangan pada Pemilihan Umum 2029.

Melihat dinamika politik nasional yang masih sangat dinamis, Prabowo Subianto diperkirakan akan mempertimbangkan figur lain untuk menjadi calon wakil presiden. Di sisi lain, Joko Widodo juga dinilai tengah mempersiapkan beberapa skenario politik guna menjaga keberlanjutan pengaruh politik keluarganya di tingkat nasional.

Skenario jangka panjang yang disiapkan meliputi tiga pilihan, yaitu tetap bersama Prabowo Subianto, atau mendorong Gibran Rakabuming Raka menjadi calon presiden atau calon wakil presiden tanpa berpasangan dengan Prabowo Subianto.

"Tampaknya Prabowo akan mencari pasangan lain. Makanya Jokowi menyiapkan tiga skenario. Pertama, tetap bersama Prabowo. Kedua, mendorong Gibran menjadi RI 1 atau RI 2 tetapi tidak bersama Prabowo," kata Ray Rangkuti.

Selain strategi jangka panjang, terdapat pula analisis mengenai skenario jangka pendek yang mengantisipasi berbagai kemungkinan sebelum tahun 2029. "Itu kan jangka panjang. Jangka pendeknya, mana tahu ada sesuatu yang membuat Prabowo tidak bisa melanjutkan masa jabatannya sampai 2029. Gibran sudah dipersiapkan untuk bisa menerima estafet kepemimpinan itu," ujar Ray Rangkuti.

Perkembangan hubungan kedua tokoh politik ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan publik seiring dengan berjalannya waktu menuju tahun politik berikutnya. (Evu)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel