Andi Arief Tuding Ada Operasi Politik Memojokkan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Andi Arief menuding adanya operasi politik yang dirancang untuk memojokkan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo pada Sabtu (18/7/2026).
Tudingan tersebut disampaikan Andi Arief menanggapi berbagai polemik yang menyeret Dody Hanggodo belakangan ini. Isu yang beredar mulai dari keikutsertakan keluarga dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat, dugaan penunjukan kerabat sebagai komisaris BUMN, hingga kebijakan mutasi pegawai di Kementerian Pekerjaan Umum.
Andi Arief menjelaskan bahwa tindakan ancaman dan pembongkaran data pribadi yang dialami oleh sejumlah pengkritik menteri di media sosial dilakukan oleh pihak lain yang ingin mengambil keuntungan. Ia juga menambahkan bahwa kebijakan mutasi pegawai dilakukan demi menegakkan kedisiplinan di internal kementerian tersebut.
Kasus ini mencuat setelah pegiat media sosial Ferry Koto dan dosen Universitas Gadjah Mada Nabiyla Risfa Izzati mengaku mendapatkan ancaman dari nomor tidak dikenal setelah mengkritik kebijakan mutasi di Kementerian Pekerjaan Umum. Nabiyla menerima pesan ancaman tersebut pada Jumat (17/7/2026) dan langsung melayangkan somasi terbuka pada hari yang sama, sementara Ferry Koto mengalami hal serupa pada Sabtu (18/7/2026).
Kebijakan mutasi besar-besaran di Kementerian Pekerjaan Umum sebelumnya dikaitkan dengan bocornya dokumen perjalanan dinas menteri ke Amerika Serikat yang menyertakan anak dan istrinya. Namun, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo membantah keterkaitan tersebut saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (15/7/2026).
"Pasti yang melalukan itu yang memang merencanakan ambil keuntungan dari 'operasi politik' memojokkan menteri PU," kata Andi Arief. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah meminta menteri untuk bersikap transparan. "Kami meminta menteri PU untuk membuka saja ke publik alasan mereka yang dimutasi itu," ujar Andi Arief.
Sementara itu, Dody Hanggodo menegaskan bahwa mutasi merupakan hal yang lumrah dalam organisasi kementeriannya yang memiliki puluhan ribu staf. "Mutasi kan biasa aja. Orang pegawai gue 38.600, masa enggak boleh mutasi," kata Dody Hanggodo. (Evu)