-->

Herman Lerebulan Dukung Dispar Maluku Promosi Ekonomi Kreatif Tanimbar


SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Drs. Herman Joseph Lerebulan mengapresiasi dan menyambut kunjungan dari Dispar Maluku dalam rangka mengindenfikasi pelaku usaha ekonomi  kreatif (Ekraf), mengeksplorasi potensi wisata minat khusus, dan menggali lebih jauh kekayaan budaya dan tradisi di daerah tersebut pada Selasa, 14 September hingga Jumat, 17 September 2021. 

“Ini program pariwisata provinsi melalui bidang ekraf, mereka datang untuk memasukan program-program  di dinas pariwisata kab untuk kita 1 langkah,” ungkap Kadis Lerebulan kepada Lelemuku.com pada Jumat, 17 September 2021.

Dalam menyambut tim dispar Maluku, yang terdiri dari Kabid Ekraf M. Ali Hanapi Soumena, SE bersama Kasie Pemasaran, Fasilitas HAKI dan Hubungan Antar Lembaga Marlein Titing, S.Sos., M.Si, dan para Staf Nurul M. Farmawati L. Z, S.STP, Linda Sapulette, S.Sos, Herry Setiyono, SE., Elizabeth D. Wattimena, S.Hum, dan Padli Pical, S.Pd.

Lerebulan menyiapkan paket tour wisata, yang berawal dari kunjungan di Lapas Saumkali untuk melihat hasil ekraf warga binaan, kerajinan patung walut di Desa Tumbur,  Agrowisata Luhu Egron dan penenun Tais atau Tenun Tanimbar di Kandar, Menara Mercusuar Perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Australia di Eliasa.


Agrowisata Dalam Lese di Kabiarat, Agrowisata Emus Samangun, Wisata Minat Khusus Penelitian dan Konservasi Goffinlab Tanimbar, tradisi budaya, bakar batu, kerajinan tangan dan Natar Perahu Batu di Sangliat Dol.  

“Paket perjalanan yang kami kasih masuk salah satu destinasi wisata dan telah masuk dalam  inovasi daerah,” ujar dia.

Lerebulan berharap selepas kunjungan tersebut ada sinergitas untuk mengangkat kelompok pengrajin asli Tanimbar agar tetap bertahan melestarikan budaya dan kearifan lokal melalui ekraf yang menjadi peluang usaha baik secara lokal dan internasional.

“Semoga kita bisa membangun satu sinergi untuk promosi dulu sambil ada bantuan-bantuan kepada para kelompok usaha kreatif dari provinsi. Mereka bisa survive tidak hanya lokal tetapi bisa berkompetisi dalam pameran-pameran yang lebih besar,” harapnya.

Kemudian Kabid Ekraf Maluku, Ali Hanapi Soumena mengatakan dalam kunjungan itu pihaknya terdiri dari 2 tim, yaitu tim kreatif yang bertugas untuk mengeksplorasi segala potensi pariwisata, dan tim edintifikasi yang merupakan tugas pokok bidang ekraf dimana mendata seluruh pelaku ekraf.


Dari 17 subsektor ekraf di Indonesia, yaitu Pengembangan Permainan, Arsitektur, Desain Interior, Musik, Seni Rupa, Desain Produk, Fesyen, Kuliner, Film, Animasi dan Video, Fotografi, Desain Komunikasi Visual, Televisi dan Radio, Kriya, Periklanan, Seni Pertunjukan, Penerbitan, dan Aplikasi. Maluku memiliki lima subsektor unggulan dan Tanimbar ada 2, yaitu Fesyen dan Kriya.

“Kami akan coba untuk mengekspos,  selain itu akan melakukan pendataan sehingga dengan data ini apa yang harus kita lakukan ke depan dengan melihat kekurangan maupun kelebihan yang ada di Tanimbar,” ungkap dia.  

Soumena menyebutkan selepas dari kunjungan itu, pihaknya akan membuat konten kreatif tentang potensi Tanimbar yang dipublikasikan melalui website Dispar Maluku dan diteruskan ke semua flatform media sosial (Medsos).  

“Sudah pasti tugas kami membina 11 kabupaten dan kota di Maluku, tentu saja melalui sektor-sektor unggulan tiap daerah sesuai karakteristik masing-masing. Kami focus, kalau Tanimbar sudah pasti fhasion akan kami dorong. Bukan hanya kain, tapi bagaimana kain itu dibuat nilai tambah dengan produk turunannya,” tutup dia. (Laura Sobuber)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Banner IDwebhost

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel