Polri: Menjelang Lebaran, Hoax dan Ujaran Kebencian Meningkat
Tribratanews.polri.go.id. – Jakarta. Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., menjelaskan angka kriminalitas secara umum menurun jelang lebaran.
“Kalau (total) secara umum turun tapi khusus untuk hoaks, ujaran kebencian, penganiayaan berat, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian dengan kekerasan mengalami kenaikan,” jelas Kabaharkam Polri, Kamis (21/5/2020).
Pada pekan pekan ke-20, yang dimulai 11 Mei hingga 17 Mei, ada kenaikan 7,04 persen kasus kriminal dibanding pekan sebelumnya. Namun saat itu kenaikan kasus kejahatan ini tak berlaku untuk kejahatan jalanan, kejahatan siber, penculikan, dan kasus narkotika. Untuk kasus-kasus itu penurunannya cukup signifikan antara satu sampai 57 persen.
Selanjutnya, untuk mempertahankan situasi kondusif ini, Polri memperpanjang masa pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 sampai 37 hari dari semula 16 hari, khususnya di Pulau Jawa. Perpanjangan ini berlaku untuk wilayah hukum Polda Metro, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.
Dalam operasi ini, selain menyiapkan penyekatan arus lalu lintas, juga bakal mengoptimalkan satgas-satgas bantuan operasi. Contohnya Satgas Antisipasi Terorisme, Satgas Pangan Polri, Satgas BBM, dan Satgas Anti Hoax.
Ada 172.038 personel Polri yang diturunkan dalam Operasi Ketupat. Khusus untuk larangan mudik, Polri menyiapkan 56 Pos Penyekatan yang meliputi Polda Metro 18 pos, Jabar 17 pos, Banten 6 pos, Jateng 5 pos, DIY 2 pos, dan Jatim 8 pos.
(wm/bq/hy)
The post Polri: Menjelang Lebaran, Hoax dan Ujaran Kebencian Meningkat appeared first on Tribratanews.