FAN SUMBANG IDE PENANGANAN COVID 19 DI KOTA KUPANG

Dr. Ermi Ndoen, salah satu anggota FAN yang ikut dalam pertemuan tersebut menyampaikan tujuan kedatangan mereka adalah untuk menyumbangkan ide berdasarkan keahlian dan latar belakang pendidikan masing-masing tentang bagaimana menangani pandemik Covid 19 ini.

Anggota FAN lainnya, Fima Inabuy, Ph.D, mempresentasikan sejumlah metode yang bisa membantu mempermudah tugas pemerintah dalam penanganan Covid 19 di Kota Kupang. Doktor di bidang biologi molekuler lulusan Amerika ini menjelaskan secara detail metode yang hendak mereka terapkan mulai dari sosialisasi pencegahan, deteksi dini, proses pengambilan swab hingga soal kesediaan laboratorium dan proses isolasi.
Pada kesempatan yang sama Ben Tarigan akademisi di bidang teknik menjelaskan mekanisme mobile swab yang mereka tawarkan. Menurutnya selain mencegah kerumunan karena mobil dan petugas langsung mendatangi masing-masing rumah warga, metode mobile swab ini juga lebih memberi jaminan terhadap keselamatan petugas serta menghemat penggunaan alat perlindungan diri (APD).

Kehadiran FAN pada hari ini menurutnya sebagai wujud kontribusi kalangan akademia.Wawali mengakui metode yang diusulkan oleh FAN sangat bagus. Namun sebagai pemerintah tentunya konsep tersebut baru bisa ditindaklanjuti jika bisa diaplikasikan dan cocok dengan regulasi. Khusus untuk penanganan covid 19 menurutnya saat ini pemerintahan di semua daerah sudah menerapkan metode yang telah dipakai secara nasional. Untuk bisa menggunakan metode usulan FAN tersebut tentunya harus melalui pengakuan dari payung hukum yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Pemkot Kupang mengapresiasi FAN yang telah berupaya untuk berkontribusi. Dia berharap kerja sama semacam ini bisa terus dipertahankan, tidak hanya pada upaya penanganan Covid-19 saja.
Turut hadir pada diskusi tersebut beberapa anggota FAN lainnya, antara lain Lodimeda Kini, M.Sc akademia di bidang teknik pengairan dan tata kelola air, Rudi Rohi akademia di bidang ilmu politik dan Leslie Nangkiawa akademia di bidang manajemen bencana. *PKP_ans