APEL KESIAPSIAGAAN PENANGGULANGAN BENCANA

Turut hadir mendampingi Wali Kota Kupang dalam kegiatan apel kesiapsiagaan tersebut adalah Sekretaris Derah Pemerintah Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata, M.Si, Kepala Dinas Sosial Lodywik Djungu Lape, S. Sos serta Kepala BPBD Kota Kupang Maxi Jeremi Deerens Didik, SPD.,Msi. dan undangan lainnya seperti CIS TIMOR dari bagian Penanggulangan Bencana yang diwakili oleh Alfian Ola.
yang dihadiri oleh Kapolres Kupang Kota ini juga turut menghadirkan anggota Instansi tekhnis lainnya seperti Instansi penanggulangan bencana, aparat TNI dari KODIM, anggota Kepolisian dijajaran Polresta Kupang Kota, TAGANA Kota Kupang, anggota Pemadam Kebakaran Kota kupang, anggota dari satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang, anggota BASARNAS Kupang, Dinas Kesehatan Kota Kupang dan Komunitas CIS TIMOR.

Fakta – fakta tersebut diatas agar dapat dipertimbangkan oleh seluruh komponen baik itu stakeholder dan juga elemen – elemen masyarakat yang memang berkaitan langsung dengan kegiatan tanggap darurat penanggulangan bencana di kota Kupang untuk terus optimalkan berbagai upaya yang proaktif sehingga mampu memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat kota Kupang terutama dalam menghadapi potensi bencana yang dapat saja timbul kapan saja serta dampak lain yang bersamaan dengan bencana tersebut ujarnya.
Lanjut kata wali kota Kupang, oleh karena itu dengan melihat kondisi cuaca hingga awal tahun ini maka seluruh komponen masyarakat beserta pemerintah harus waspada dan selalu tanggap pada kemungkinan terjadinya situasi tersebut dan lebih dini untuk mempersiapkan berbagai upaya dan metode penanggulan yang cepat dan sistimatis disitiap level atau unit penanggulangan yang dimaksud.

PERTAMA, agar seluruh instansi maupun stakeholders didaerah dan pusat untuk bersama – bersama bersinergi dalam upaya pencegahan, mitihasi dan meningkatkan kesiapsiagaan. Untuk itu pemerintah daerah perlu pengendalian tata ruang yang berbasis pada pengurangan resiko bencana. Sigap pada potensi ancaman bahaya sesuai karakteristik wilayah baik secara geologi, vulkanologi, limbah, hidrometeorologi, biologi dan pencemaran lingkungan.
KEDUA, setiap pemerintah daerah agar segera menyusun rencana KONTIJENSI termasuk penyediaan saran dan prasarana kesiapsiagaan yang betul-betul dapat dilaksanakan oleh semua pihak dan harus siap menangani bencana hingga tuntas.
KETIGA, Penanggulangan bencana harus dilaksanakan dengan pendekatan, kolabaratif, pentahelix yaitu kolaborasi antara unsur pemerintah, akademisi dan peneliti, dunia usaha, masyarakat serta dukungan media masa untuk dapat menyampaikan pemberitaan kepada publik.
KEEMPAT, Pemerintah pusat dan daerah meningkatkan kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia yang handal dalam penanggulangan bencana, tata kelembagaan yang mumpuni, termasuk program dan anggaran yang harus ditingkatkan sesuai prioritas RPJM.
KELIMA, TNI dan POLRI untuk turut serta dalam mendukung upaya penanggulangan bencana termasuk penagakan hukum. pengerahan dan dukungan secara nasional hingga ke tataran daerah yang dapat bersinergi dengan baik bersama pemerintah pusat dan daerah.

Lebih lanjut pada bagian akhir sambutan wali kota Kupang, DR. Jefirstson R. Riwu Kore, MM.,MH menyampaikan bahwa dengan keterlibatan semua unsur pengamanan serta masyarakat, maka kita harapkan penanggulangan bencana di kota Kupang dapat berjalan secara efektif dengan tetap mengacu pada target yang telah ditetapkan yaitu :
Terwujudnya situasi KAMTIBMAS dan situasi KAMTIB yang lancar bagi masyrakat dalam rutinitas sehari-hari.
Terciptanya koordinasi dan sinergi yang baik antar stakeholder terkait dan komponen masyrakat dalam menghadapi situasi darurat.
Terciptanya sisitem pendataan terhadap semua kegiatan dan kejadian selama penanggulangan bencana secara cepat dan tepat, sehingga dapat dijadikan acuan untuk mengetahui capaian yang telah diraih berikut permasalahan yang harus segera diselesaikan, pungkasnya. (PKP/jms-ddr)