Berangkat Dari Polda Jatim Bhayangkara FC U16 Menggebrak 'Liga-1' Festival Filanesia U16 Klub Liga 1 Se-Indonesia, YARI: KAMI BERANGKAT DARI SEMANGAT, GARDI GAZARIN: KEJUTAN BHAYANGKARA FC U16 BERIRING PERSIB BANDUNG


Reporter: tim
Editor: Siswahyu

JAKARTA (sekilasmedia.com) "Kalau mau sepakbola Indonesia maju, ya mafia di sepakbola itu harus dibersihkan. Setelah itu, baru sepakbola Indonesia bisa bicara lagi di Asia Tenggara," ungkap Boaz Salosa pesepakbola nasional Indonesia, lebih-lebih mafia yang memperjual-belikan hasil pertandingan?

Pada bagian lain pada suatu kesempatan Yeyen Tumena penasehat teknik Bhayangkara FC senior Liga 1 saat menjadi Asisten Pelatih Timnas U16 (asisten Fachri Husaini, red.) menyatakan yang kurang-lebih bahwa pesepakbola junior-anak termasuk U16 tak jarang masih sangat dipengaruhi suasana hati atau perasaan.

                 ********

*R.TRI HARSONO MENGINGATKAN LAGI KATA-KATA BOAZ SALOSSA AGAR SEPAKBOLA BERPIKIR UNTUK KEPENTINGAN  NEGARA DAN HARGA DIRI BANGSA*
Di tengah-tengah keinginan banyak pihak termasuk Menteri Pemuda-Olahraga Imam Nahrawi dan jajaran juga PSSI maupun pihak-pihak lain untuk mulai memperhatikan secara lebih serius pembinaan sepakbola 'Junior-Anak' (lebih-lebih U14-U16-U17-U19, red.), R.Tri Harsono pemerhati masalah sosial keolahragaan (Forum Peduli Indonesia-Sehat/ FPI-S, red.) mengingatkan kembali pada kata-kata yang pernah diungkapkan Boaz Salossa pesepakbola nasional Indonesia tentang pentingnya pemberantasan mafia yang merusak sepakbola Indonesia mulai dari level senior bahkan hingga level anak-anak yang dimanipulasi sekadar untuk 'dipermainkan' jaringan mafia. Bahkan ada salah satu kejuaraan sepakbola anak di Indonesia yang kelasnya sudah besar namun masih sangat kuat dimasuki hal-hal semacam itu akan tetapi dari pihak pusat hibgga kini tidak ada tindakan yang menghukum secara signifikan.

Karena itu pula di sela-sela mengkomentari program PSSI mengadakan Liga 1 U16 Invitasi Festival Filanesia U16 tahun 2018 (10-15 Juli 2018 di National Youth Training Center, Sawangan, Depok, red.), R.Tri Harsono kembali mengingatkan arti penting kata-kata yang dilontarkan Boaz Salossa tersebut termasuk mengandung makna agar menjaga kepentingan negara dan menjaga harga diri bangsa. "Jika tidak bisa berubah untuk terus menuju fairplay yang lebih baik, berarti memang diantara kita banyak yang ingin main-main saja," ungkap R.Tri Harsono yang menyebut karena jika tak serius maka akan dengan sia-sia membuang waktu ratusan ribu bahkan jutaan anak Indonesia.


*LIGA 1 U16 MAUPUN JUNIOR-ANAK YANG LAIN HARUS MEMBERI KESEMPATAN YANG DARI KALANGAN EKONOMI YANG KURANG MAMPU*
Menurut R.Tri Harsono akan sangat mengherankan jika terus-menerus masih ada mafia yang bahkan jika begitu maka akan terus menghancurkan nama negara dan bangsa. Sehingga menyambut Liga 1 U16 Invitasi Festival Filanesia U16 tahun 2018 yang diikuti para klub sepokbola Liga 1 Indonesia (diikuti 15 klub diantara 18 klub, red.), R.Tri Harsono berharap agar 'Liga 1' U16 tersebut benar-benar memberi kesempatan bagi pesepakbola anak, lebih-lebih yang dari kalangan ekonomi lemah.

Menurutnya dalam sepakbola anak di Indonesia telah banyak hal yang terjadi yang menggencet pesepakbola anak yang dari kalangan ekonomi kurang mampu. Bahkan menurut R.Tri Harsono sempat terjadi mobilisasi intensif pesepakbola anak yang dibawa kesana kemari tanpa kejelasan program, namun tiap anak harus membayar dengan nilai berjuta-juta sehingga terlihat bahwa yang bisa diberi 'jatah' adalah para anak orang kaya. Namun di sela-sela itu R.Tri Harsono menyebut salut terhadap Akademi Tiga Naga Pekanbaru, Riau, milik Rudi Sinaga yang banyak memberi kesempatan gratis di akademi sepakbola tersebut bagi anak-anak keluarga yang secara ekonomi kurang mampu. Begitu pula Akademi Bali United yang didanai Pieter Tanuri bersama penanganan Yabes Tanuri meskipun ada yang kerjasama dengan Paris Saint German (PSG) yang diantaranya ditangani Richie. Sedangkan Direktur Teknik Hans Peter Sachaller dan pelatih Bali United U16 adalah I Gede Mahatma Dharma atau yang biasa dipanggil Dede.


*JIKA MULAI TAHUN INI LIGA 1 U16 MAUPUN YANG LAIN BISA BERJALAN BAIK MAKA AKAN BAIK SEPAKBOLA INDONESIA 2022-2025?*
Pada bagian lain R.Tri Harsono juga mengungkap perkembangan Liga 1 U16 Invitasi Festival Filanesia U16 yang sedang berlangsung di Sawangan Depok, menunjukkan perkembangan bagus serta diharapkan tidak ada lagi manipulasi data maupun manipulasi pertandingan dsj-dsj. Sebab jika program tersebut bisa berjalan baik maka akan bisa memperbaiki kualitas sepakbola Indonesia. Untuk durasi waktu sekitar tahun 2022-2025.

Apalagi jika Liga 1 U16 yang RESMI, yang akan mulai diadakan start bulan September 2018, bisa diadakan dengan baik disusul liga 1-liga 1 untuk Kelompok Umur yang lain (misal Liga 1 U14 dll, red.) maka menurut R.Tri Harsono diprediksinya akan mempercepat perkembangan sepakbola meskipun tentu saja tidak hanya bertumpu pada liga 1-liga 1 Kelompok Umur namun juga pembinaan-pembinaan yang telah lama berjalan dalam masyarakat. "Namun juga jangan lupa publikasi yang memadai. Bukan untuk pamer atau sombong, namun untuk menambah spirit dan motivasi bagi anak-anak, serta untuk sosialisasi program," tambah R.Tri Harsono.

*GARDI GAZARIN: KEJUTAN BHAYANGKARA FC U16 DAN PERSIB BANDUNG YANG PADA AWAL MENGGEBRAK*
Dalam perkembangan Liga 1 Invitasi Festival Filanesia U16 yang sedang berjalan, menurut Gardi Gazarin pengamat Masalah Sosial Remaja-Kamtibmas Dan Kepolisian terdapat sejumlah kejutan yang justru dilakukan oleh klub (tim) yang sebelumnya tidak secara khusus melakukan persiapan untuk invitasi tersebut. Misal Persib Bandung yang melakukan persiapan tidak sampai dua minggu, namun dalam pertandingan awal mampu mengalahkan PSM U16 Makassar 2-0 dan menang atas Barito Putera 7-0.

Hal tersebut juga diungkapkan Budiman head coach Persib Bandung U16, yang didampingi Imam Nurjaman selaku Asisten Pelatih, sehingga Budiman hanya berpesan agar anak didiknya berupaya bermain sebaik mungkin. Apalagi Budiman hingga tanggal 13 Juli 2018 belum bisa mendampingi anak didiknya karena sedang mengikuti kursus pelatih Lisensi A AFC yang dilaksanakan di Yogyakarta. Pada kesempatan itu Gardi Gazarin juga mengungkapkan Bhayangkara FC U16 yang berangkat dari Polda Jatim (basecamp awal Bhayangkara FC senior Liga 1, red.) dibawah binaan AKBP Eddwi Kurniyanto transisi AKBP Harviyadhi Agung Prathama, yang langsung menggebrak pada awal-awal jadwal tandingnya.

*BHAYANGKARA FC U16 MENANG LAWAN AREMA DAN PERSELA, SERI MELAWAN MADURA UNITED*
Pada kesempatan terpisah R.Tri Harsono juga menyoroti penampilan Bhayangkara FC U16 dan Persib Bandung. Pada awal-awal Bhayangkara FC U16 menunjukkan performa yang bagus termasuk ketika mengalahkan Arema FC 3-2, kemudian dalam Trofeo Bhayangkara FC U16-Madura United-Persela Lamongan, Bhayangkara FC main imbang dengan Madura United yang dibawah kendali Achsanul Qosasi selaku pemilik, dan menang 1-0 melawan Persela. Hasil yang bagus. Apalagi Bhayangkara FC U16 yang 'dikirim' dari Polda Jatim untuk dibawa ke Jakarta itu sebelumnya tak ada persiapan khusus untuk menghadapi Liga 1 U16 Invitasi Festival Filanesia U16 tersebut.

R.Tri Harsono sepakat dengan yang pernah dikatakan Yeyen Tumena penasehat teknik Bhayangkara FC senior Liga 1 yang pernah menjadi Asisten Pelatih Timnas U16 bahwa pesepakbola junior-anak masih sering kali dipengaruhi suasana hati atau perasaan. Menurut R.Tri Harsono untuk itu untuk pesepakbola U13 hingga U18 diperlukan manejemen sangat memahami mereka sehingga perasaan mereka nyaman yang pada gilirannya akan menjadikan mereka militan. R.Tri Harsono melihat manejemen lapangan Bhayangkara FC U16 dibawah kendali Achmad Yari-Choirul Setiawan dkk, dengan didukung Bos Nanda-Irfan-Slamet-Dimas-Agung-Yhonanda-Brahim-Siswahyu media officer dll, dikenal sangat militan dan peduli pada rasa nyaman pesepakbola junior-anak sehingga pesepakbola junior-anaknya pun militan.

*MANEJEMEN LAPANGAN BHAYANGKARA FC JUNIOR-ANAK DENGAN KENDALI ACHMAD YARI-CHOIRUL-SETIAWAN DKK PADA AWAL-AWAL HARUS IKHTIAR DAN CARI DANA SENDIRI HINGGA BERDARAH-DARAH*
Meskipun untuk pembentukan Bhayangkara FC junior anak, termasuk U16, pada awal-awalnya sekitar awal 2017 tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Pada awal-awal pembentukan Bhayangkara FC junior-anak itu mereka harus tertatih-tatih sendiri, harus berdarah-darah sendiri termasuk mencari dana sendiri. Modal yang dimiliki manejemen lapangan dengan bisa menjaga perasaan pesepakbola junior-anak dan militansi manejemen lapangan itu mampu mengalahkan lawan lain meskipun Sang Lawan didukung permodalan yang besar misalnya.

Menurut R.Tri Harsono, pola manejemen lapangan Bhayangkara FC junior-anak yang militan perlu dicontoh, bahkan mungkin oleh Timnas sepakbola Indonesia, yang secara pendanaan dan jaringan tentu memiliki akses yang jauh lebih besar. Namun prestasi yang diharapkan untuk timnas pada umumnya masih sangat kurang. "Tapi jangan karena kalah dengan mafia lho?" kelakar R.Tri Harsono.

*POLA MANEJEMEN LAPANGAN BHAYANGKARA FC JUNIOR-ANAK YANG MILITAN DAN MENGERTI PERASAAN PESEPAKBOLA, PERLU DICONTOH TIMNAS?*
Menurut R.Tri Harsono pesepakbola hasil binaan manejemen lapangan Bhayangkara FC junior-anak yang dimulai sekitar awal tahun 2017 itu dalam waktu yang singkat telah memperlihatkan hasil yang signifikan. Pada tahun 2017 Bhayangkara FC U15, yang pada tahun 2018 ini naik 'tingkat', menjadi Juara 1 Piala Suratin U15 Askot PSSI Surabaya setelah dalam final mengalahkan Persebaya Surabaya. Kemudian tim Bhayangkara FC U15 pada tahun 2017 itu pula menjadi Juara 1 se-Jawa Timur Piala Suratin U15 Liga Relaxa PSSI Jatim.

Pada tahun 2017 itu pula Bhayangkara FC U13 kolaborasi Metro Citi menjadi Juara 1 nasional Bali Youth Championship yang diadakan di Stadion Kompyang Sudjana Denpasar Bali. Dari rangkaian prestasi tersebut kemudian dibina AKBP Eddwi Kurniyanto yang ketika itu menjabat Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim.

*MEMBERI HADIAH HUT BHAYANGKARA: TAHUN 2018 BHAYANGKARA FC U16 JUARA PIALA MENPORA SEDANGKAN YANG U15 RAIH JUARA 1 LAGI UNTUK PIALA SURATIN U15 KOTA SURABAYA*
Menurut R.Tri Harsono pada tahun 2018 prestasi yang diciptakan Bhayangkara FC junior-anak menunjukkan trend yang lebih pesat lagi. HUT Bhayangkara hari Kepolisian Nasional Republik Indonesia yang lahir 1 Juli 1946, pada HUT kali inipun mendapatkan hadiah yang beruntun dari Bhayangkara FC junior-anak. Diantaranya tepat tanggal 1 Juli 2018, Bhayangkara FC U15 memberi hadiah HUT Bhayangkara dengan lolos masuk Babak Final Piala Suratin U15 se-Kota Surabaya yang pada waktu itu Bhayangkara FC U15 'dikawal' Iptu Rudyanto yang saat ini juga mengawal Bhayangkara FC U16 dalam Invitasi Festival Filanesia U16 di Sawangan Depok.

Menurut R.Tri Harsono, hadiah untuk HUT BHAYANGKARA tidak hanya berhenti sampai disitu ketika pada tanggal 2 Juli 2018 mereka menjadi Juara 1 Piala Suratin U15 Kota Surabaya setelah dalam final mengalahkan Persebaya Surabaya melalui adu tendangan penalti yang berakhir 5-3.

*BHAYANGKARA FC U16 JUARA PIALA MENPORA DAN KINI BHAYANGKARA FC U14 JUGA AKAN MEMASUKI BABAK SEMI FINAL PIALA MENPORA*
Menurut R.Tri Harsono hadiah untuk HUT BHAYANGKARA itupun belum berhenti ketika Bhayangkara FC U16 menjadi Juara 1 pula untuk Piala Menpora U16 Zona 1 Jawa Timur yang meliputi Sidoarjo-Surabaya-Gresik-Madura dan sekitar. Pada 'BULAN' BHAYANGKARA, bulan Juli, pada Babak Final Piala Menpora U16 yang dilaksanakan 8 Juli 2018 itu Bhayangkara FC lagi-lagi mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-0.

Kini disusul Bhayangkara FC U14 yang akan memasuki Babak Semi Final Piala Menpora U14 Zona Sidoarjo-Surabaya-Gresik-Madura dan sekitar. Akankah Bhayangkara FC U14 menjadi juara pula? Sehingga menciptakan hattrick juara Bhayangkara FC junior-anak pada bulan Juli 2018?

*SRIWIJAYA FC U16 TARGET MASUK EMPAT BESAR, ACHSANUL QISASI: MADURA UNITED U16 TANPA TARGET*
Kembali pada 'Liga 1' U16 Invitasi Festival Filanesia U16 tahun 2018 yang dilaksanakan di Sawangan Depok 10-15 Juli 2018, Sriwijaya FC U16 dalam bimbingan Bambang Supriyanto (Direktur Pengembangan Usia Dini Sriwijaya FC, red.) menjadi salah satu tim yang berani memasang target. Menurut Bambang Supriyanto, timnya mentargetkan masuk Empat Besar.

Sedangkan Madura United U16 milik Achsanul Qosasi tidak pasang target. Menurut Achsanul Qosasi pihaknya ingin memberi pengalaman kepada pesepakbola juniornya yang disebutnya sebagai anak kampung yang kali inipun mungkin untuk pertama kalinya bisa naik pesawat dan pertama kali pula tahu Jakarta.

*ANDI WIDYA: PSM U16 TANPA TARGET, BUDIMAN PERSIB U16: ANAK-ANAK HANYA KAMI MINTA MAIN OPTIMAL*
Menurut R.Tri Harsono para tim yang berlaga pada Liga 1 U16 Invitasi Festival Filanesia U16 itu mayoritas tidak berani pasang target meskipun laga-laga kali ini juga untuk persiapan menghadapi Liga 1 U16 yang RESMI yang jika tidak ada perubahan akan diadakan pada bulan September 2018. Begitupun PSM U16 sebagaimana disampaikan sekretarid PSM Andi Widya yang juga media officer bahwa PSM U16 tidak memiliki target rangking untuk invitasi tersebut.

Hal kurang-lebih sama disampaikan Budiman head-coach Persib Bandung U16. Menurut Budiman persiapan Persib U16 untuk menghadapi invitasi waktunya sangat mepet sehingga dia berpesan anak didiknya diminta hanya bermain optimal saja. Menurut R.Tri Harsono Persib U16 dan Bhayangkara FC U16 memiliki kesamaan yaitu waktu persiapan yang mepet. Namun menurutnya dua tim tersebut nantinya layak untuk tampil dalam Liga 1 U16 yang RESMI yang akan diadakan bulan September 2018.

*DONI: AREMA KALAH DARI BHYANGKARA MAS, DELLY MAURA: SEBAGAI MEDIA OFFICER KAMI AKAN KABARKAN TIAP PERKEMBANGAN*
Melalui komunikasi seluler Siswahyu pimpinan umum sekilasmedia.com, Doni pelatih kepala Arema U16 mengabarkan kekalahan timnya 2-3 dari Bhayangkara FC U16. Menurutnya memang masih banyak hal yang harus dibenahi.

Sedangkan Delly Maura media officer Arema U16 yang mendampingi timnya dalam Liga 1 U16 Invitasi Festival Filanesia U16 kepada sekilasmedia.com via seluler pula mengabarkan perkembangan demi perkembangan timnya.

*LIGA 1 INVITASI FESTIVAL FILANESIA U16 DIIKUTI 15 TIM DARI LIGA 1 INDONESIA, YANG ABSEN: PERSERU, PERSIPURA DAN PERSEBAYA*
Liga 1 U16 Invitasi Festival Filanesia U16 tahun 2018 merupakan yang pertama kali diadakan, diikuti 15 tim. Sedangkan yang absen tiga tim yaitu Perseru Serui, Persipura Jayapura dan Persebaya Surabaya. Adapun 15 tim peserta terbagi dalam tiga grup.

A).1.Persija
2.PSMS
3.Bali United
4.Madura United
5.PSM Makassar

B).1.Mitra Kukar
2.PSIS
3.Arema
4.Bhayangkara FC
5.Persib

C).1.PS Tira
2.Sriwijaya FC
3.Borneo FC
4.Persela
5.Barito Putera

*PUNGGAWA BHAYANGKARA FC U16 DALAM LIGA 1 U16 INVITASI FESTIVAL FILANESIA U16 TAHUN 2018*
Adapun daftar nama pesepakbola Bhayangkara FC U16 yang diterjunkan dalam Liga 1 U16 Invitasi Festival Filanesia U16 tahun 2018 yang dari klub Bhayangkara Liga 1 adalah sebagai berikut ini.
1.Luthfi Firmansyah
Surabaya 27 Agstus 2002; 2.Tegar Bramanastrya
Banyuwangi 24 Juli 2002; 3.Achmad Zein Nuralif
Surabaya 13 Januari 2002; 4.Eldiansyah Putra
Surabaya 27 Mei 2002; 5.Dicky Ahmad Nuruddin A.
Sidoarjo 22 Sept.2002.

Yang lainnya terdapat beberapa nama.
6.Alaikh Robi Al Bustomi
Bangkalan 28 Februari 2002; 7.Rafi Dwi Cahyo
Sidoarjo 20 Februari 2003; 8.Moch. Rizky Kurniawan
Pasuruan 5 Juli 2002; 9.Achmad Fathoni
Surabaya 17 Juni 2002; 10.Miftakhul Husyen R.
Pasuruan 25 Mei 2002; 11.Achmad Fahrul Aditya
Surabaya 25 Juni 2003; 12.Filippo Inzhagi Suyatmo
Lamongan 31 Juli 2002; 13.Ibnu Dwi Nezza Orayetno
Batam 31 Januari 2002; 14.Mohammad Arya F.
Surabaya 7 Februari 2002; 15.Achmad Baihaqi
Sidoarjo 21 April 2002; 16.Raynor Figo Guritno
Surabaya 25 Mei 2002; 17.Marchel Andre Kusuma
Surabaya 18 Maret 2003; 18.Bryan Alesandro D.
Surabaya 21 Agustus 2002.

*BHAYANGKARA FC JUNIOR-ANAK JUGA PUNYA STOK MELIMPAH PESEPAKBOLA U15 DAN U14*
Menurut R.Tri Harsono ada sekitar 30 pesepakbola Bhayangkara FC U-15 junior-anak yang nama-namanya sempat dipantaunya dari berbagai media, sekitar 15 anak kelahiran tahun 2003 dan sekitar 15 pula yang kelahiran tahun 2004. Sehingga untuk skuad BFC U-15 dalam menghadapi Piala Suratin U-15 (kelahiran tahun 2003) maupun Piala Menpora U14 (kelahiran tahun 2004) tidak akan lepas dari 30 nama-nama tersebut.

Posisi kiper ada Jabo (2003), Miftakhur Roziq (2004), Eirlangga (2003), Muhammad Yusuf (2004).

Untuk posisi centerback ada Alvin Maulana (2003), Ade Kristiant (2003), Ifan A.F. (2003); Erik Setiawan (2004), Yudha Setianto (2004).

Kemudian untuk fullback ada Adam Surya (2003), Farel Efriliyin (2003 kidal Bek Kiri), Rehan Zeany (2004), Ilyas Wira (2003), Dzaki Akmal atau Ahmad Dzaki Akmal Yuda (2004 kidal Bek Kiri).

Lalu untuk posisi center MF ada Restu Agung (2003), Marcel (2003), Jefri Nur (2003), Whisnu (2004), Muh.Naufal (2004), Resa Ussuro (2004), Figo Firmansyah (2004).

Sedangkan untuk posisi CF ada Muhammad Khakim (2003), Dennis Satriyo (2004), Muhammad Abriello (2004), Onla Kafi (2003), Dimas Dwi (2003), Alvyn Putra (2003), Tegar Nur (2003), Nanda Anggara (2004), Daffa Radja (2004). Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926.
Terima kasih karena telah membaca informasi tentang Berangkat Dari Polda Jatim Bhayangkara FC U16 Menggebrak 'Liga-1' Festival Filanesia U16 Klub Liga 1 Se-Indonesia, YARI: KAMI BERANGKAT DARI SEMANGAT, GARDI GAZARIN: KEJUTAN BHAYANGKARA FC U16 BERIRING PERSIB BANDUNG . Silahkan membaca berita lainnya.
Berangkat Dari Polda Jatim Bhayangkara FC U16 Menggebrak 'Liga-1' Festival Filanesia U16 Klub Liga 1 Se-Indonesia, YARI: KAMI BERANGKAT DARI SEMANGAT, GARDI GAZARIN: KEJUTAN BHAYANGKARA FC U16 BERIRING PERSIB BANDUNG Berangkat Dari Polda Jatim Bhayangkara FC U16 Menggebrak 'Liga-1' Festival Filanesia U16 Klub Liga 1 Se-Indonesia, YARI: KAMI BERANGKAT DARI SEMANGAT, GARDI GAZARIN: KEJUTAN BHAYANGKARA FC U16 BERIRING PERSIB BANDUNG Reviewed by Admin Web on July 14, 2018 Rating: 5

Info Terbaru

Loading...
Powered by Blogger.