Syahganda Nainggolan Ungkap Pertemuan Dengan Prabowo Subianto Terkait Catatan Politik Masa Lalu Di Jakarta
.webp)
JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Direktur Eksekutif GREAT Institute Syahganda Nainggolan mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto yang membahas sejumlah catatan sejarah politik masa lalu pada Senin (24/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung pada Jumat (30/1/2026) tersebut turut dihadiri oleh beberapa tokoh nasional, seperti Said Didu, Abraham Samad, dan Siti Zuhro. Dalam diskusi itu, mereka membahas berbagai peristiwa penting, termasuk wafatnya sekitar 800 petugas pemilu pada Pemilu 2019 serta gugurnya enam anggota laskar Front Pembela Islam dalam peristiwa di kilometer 50.
Syahganda Nainggolan menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyadari dan mencatat berbagai kejadian tersebut sebagai bagian dari sejarah perjalanan bangsa. Namun, kepala negara memilih untuk tidak berfokus pada masa lalu demi menghadapi tantangan besar yang ada di depan.
Sebelum pertemuan pada akhir Januari tersebut, Syahganda Nainggolan juga sempat mengadakan pertemuan intensif pertama dengan Prabowo Subianto di Hambalang pada Jumat (9/1/2026). Pertemuan-pertemuan ini menjadi ruang diskusi mengenai dinamika politik dan keamanan nasional.
Dalam tayangan di saluran YouTube Obor Rakyat Reborn pada Senin (24/8/2026), Syahganda Nainggolan menceritakan bahwa Presiden sempat menanyakan pandangan tokoh politik lain terhadap dirinya, termasuk sikap yang ditunjukkan oleh Amien Rais.
"Saya enggak mau cepat-cepat lihat spion, saya mau lihat ke depan dulu. Pertarungan kita besar," kata Syahganda Nainggolan mengutip pernyataan Prabowo Subianto.
"Kejadian-kejadian yang terjadi di era Jokowi seperti pembunuhan laskar Habib Rizieq, kemudian meninggalnya 800 petugas pemilu dan lain-lain. Itu kan catatan-catatan yang kita dalam sejarah Republik ini," ujar Syahganda Nainggolan.
Hingga saat ini, pihak Istana belum memberikan tanggapan resmi lebih lanjut mengenai rincian diskusi yang diungkapkan dalam pertemuan tersebut. (Evu)