-->

Jumlah Korban Meninggal Dunia Pascagempa Magnitudo Tujuh Koma Tujuh Di Nusa Tenggara Timur Bertambah Menjadi 40 Orang

MAUMERE, LELEMUKU.COM – Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo tujuh koma tujuh di Provinsi Nusa Tenggara Timur bertambah menjadi 40 orang pada Sabtu (15/8/2025).

Rekapitulasi sementara hingga pukul 18.30 Waktu Indonesia Tengah menunjukkan adanya peningkatan jumlah korban jiwa dari data sebelumnya. Selain korban meninggal dunia, terdapat 50 orang yang mengalami luka berat maupun luka ringan, sehingga total keseluruhan korban mencapai 90 orang.

Untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan di wilayah terdampak, seluruh personel dan sarana yang dimiliki telah dikerahkan. Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere memfokuskan pengerahan personel ke Kabupaten Nagekeo yang menjadi pusat gempa bumi tersebut.

Operasi penyelamatan ini juga diperkuat dengan pergerakan Kapal Negara SAR Puntadewa guna mengoptimalkan penyisiran. Secara keseluruhan, terdapat 281 personel gabungan yang diterjunkan dalam operasi penyelamatan di seluruh wilayah Flores.

Personel gabungan tersebut berasal dari unsur Tentara Nasional Indonesia, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Palang Merah Indonesia, pemerintah daerah, serta potensi SAR lainnya yang masih terus bekerja hingga malam hari.

Menginfokan per 18.30 WITA rekapitulasi korban sementara meninggal dunia 40 orang, kata Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman pada Sabtu (15/8/2025).

Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman, ujar Fathur Rahman.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai adanya korban yang masih tertimbun reruntuhan bangunan.

Dilaporkan oleh gubernur NTT itu ada beberapa. Tapi, di bawah 10 begitu, kata Suharyanto.

Prioritas utama saat ini penyelamatan masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan atau terjebak di bangunan, kata Suharyanto. (Gelora)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel