Amien Rais Menilai Presiden Prabowo Subianto Belum Mampu Mengatasi Pengaruh Oligarki

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais melontarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai belum mampu menghadapi kekuatan oligarki pada Selasa (18/8/2026).
Amien Rais menilai bahwa setelah hampir dua tahun masa pemerintahan berjalan, kekuatan oligarki masih memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap jalannya pemerintahan di Indonesia. Ia bahkan membalik posisi ideal hubungan antara pemerintah dan kelompok berkekuatan ekonomi serta politik tersebut.
Menurut Amien Rais, kondisi yang terjadi saat ini justru memperlihatkan bahwa oligarki yang mengendalikan jalannya pemerintahan. Persoalan ini dianggap sebagai hal serius yang harus segera mendapatkan perhatian dari presiden karena berpotensi besar memengaruhi arah kebijakan negara.
Ia menganggap presiden masih menunjukkan sikap ragu-ragu dalam mengambil tindakan terhadap berbagai persoalan strategis. Padahal, kondisi negara saat ini membutuhkan kepemimpinan yang tegas dan cepat, terutama saat menghadapi masalah yang berdampak luas bagi masyarakat.
Amien Rais juga menekankan pentingnya keberanian seorang pemimpin dalam mengambil keputusan demi memastikan kepentingan masyarakat menjadi dasar utama kebijakan, bukan kepentingan kelompok tertentu saja.
"Setelah hampir dua tahun berkuasa, Prabowo gagal menaklukkan oligarki," kata Amien Rais. Ia menilai kekuatan tersebut berpotensi memengaruhi arah kebijakan pemerintah sehingga sebaliknya oligarki yang justru menaklukkan presiden.
"Saya terpaksa menyimpulkan, ternyata Prabowo seorang pemimpin yang peragu, hesitating, tidak tegas, indecisif," ujar Amien Rais. Ia menambahkan bahwa Indonesia membutuhkan penanganan yang tegas dan cepat agar tidak semakin terpuruk.
Ia menyimpulkan bahwa kemampuan pemerintah untuk menghadapi oligarki dan menjaga agar kebijakan tetap berpihak pada rakyat sangat bergantung pada kepemimpinan yang tegas serta kritis dalam menyaring informasi yang diterima. (Gelora)