Profil Lengkap Provinsi Sumatera Barat Sebagai Ranah Minang Dengan Kekayaan Alam Dan Budaya Pada Akhir Tahun 2025
.png)
PADANG, LELEMUKU.COM – Provinsi Sumatera Barat menyajikan profil perkembangan wilayah, kekayaan budaya, dan pertumbuhan ekonomi daerahnya yang mencatatkan berbagai capaian strategis hingga akhir tahun 2025.
Provinsi yang beribu kota di Kota Padang ini memiliki luas wilayah sebesar 42.120,00 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 5,91 juta jiwa pada akhir tahun 2025. Secara geografis, wilayah ini berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara di sebelah utara, Provinsi Riau dan Jambi di sebelah timur, Provinsi Bengkulu di sebelah selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat. Secara administratif, Sumatera Barat terbagi menjadi 12 kabupaten dan tujuh kota, dengan pembagian wilayah setelah kecamatan dinamakan nagari yang berbasis adat Minangkabau, kecuali di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Indeks Pembangunan Manusia di provinsi ini pada tahun 2024 mencapai 76,43 poin yang menempatkannya di peringkat keenam secara nasional, didukung angka harapan hidup 74,37 tahun, harapan lama sekolah 14,3 tahun, rata-rata lama sekolah sembilan tahun, dan pengeluaran per kapita sebesar Rp11,7 juta. Pada tahun 2024, tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 5,42 persen. Perekonomian Sumatera Barat pada tahun 2025 berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku mencapai Rp352,19 triliun dengan PDRB per kapita sebesar Rp59,55 juta. Pada triwulan ketiga tahun 2025, ekonomi daerah ini tumbuh sebesar 3,36 persen secara tahunan dengan ditopang sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan pariwisata.
Topografi wilayah ini terdiri dari dataran rendah di pesisir barat dan dataran tinggi Bukit Barisan di sebelah timur yang memiliki beberapa gunung berapi aktif seperti Gunung Marapi, Gunung Singgalang, Gunung Talang, dan Gunung Tandikat. Sejarah mencatat bahwa wilayah ini merupakan pusat peradaban Minangkabau yang dahulu berpusat di Kerajaan Pagaruyung, sebelum akhirnya resmi dibentuk menjadi provinsi sendiri berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957 pada tanggal satu Oktober 1957.
Mayoritas penduduk di wilayah ini memeluk agama Islam dengan persentase mencapai 97,55 persen, sementara penganut Kristen Protestan sebesar 1,55 persen, Kristen Katolik 0,84 persen, dan Buddha 0,05 persen. Sektor pariwisata dan budaya menjadi daya tarik utama melalui destinasi seperti Ngarai Sianok, Danau Maninjau, Danau Singkarak, Lembah Harau, Pantai Padang, Pantai Carocok, hingga Kepulauan Mentawai yang terkenal dengan keindahan alam bawah laut dan ombaknya bagi peselancar dunia. (Evu)