Komisi Pemberantasan Korupsi Mengajak Mahasiswa Papua Mengawal Pengelolaan Dana Otonomi Khusus Di Universitas Cenderawasih Kota Jayapura

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi mengajak mahasiswa di Papua untuk aktif mengawal pengelolaan Dana Otonomi Khusus agar lebih transparan dan akuntabel dalam Kuliah Umum Pendidikan Antikorupsi di Universitas Cenderawasih, Kota Jayapura, pada Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema Arsitektur Kewenangan KPK Pasca KUHP 2023 dan KUHAP 2025 tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Setyo Budiyanto. Selain itu, hadir pula Wakil Rektor Dua Universitas Cenderawasih Ferdinand Risamasu serta ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Papua.
Setyo Budiyanto menjelaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kelompok intelektual yang berpikir kritis dan objektif untuk mengawasi kebijakan publik. Komisi Pemberantasan Korupsi mendorong agar seluruh proses anggaran, baik dari sisi penerimaan maupun penggunaan, dilakukan secara terbuka guna mempersempit ruang terjadinya praktik korupsi.
Kuliah umum ini berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi dialog antara mahasiswa dan pimpinan lembaga antirasuah tersebut. Mahasiswa menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai tantangan pemberantasan korupsi di Papua, pengawasan Dana Otonomi Khusus, hingga kontribusi nyata yang bisa diberikan oleh generasi muda.
Selain memberikan pemahaman hukum, perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi pusat pembentukan karakter integritas bagi generasi muda. Melalui pendidikan antikorupsi, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori tetapi juga menjadi agen perubahan yang mengawasi pembangunan di daerah.
"Dana Otsus ini merupakan dana yang telah dikelola Pemerintah Provinsi Papua sejak tahun 2001. KPK mendorong agar pengelolaannya dilakukan secara transparan, akuntabel, dan terbuka, baik dari sisi penerimaan maupun penggunaannya," ujar Setyo Budiyanto.
"Kami menyambut baik ajakan KPK untuk melibatkan perguruan tinggi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Universitas Cenderawasih telah memiliki Pusat Studi Antikorupsi yang akan terus dikembangkan sebagai ruang kajian, pendidikan, dan penguatan budaya integritas," kata Ferdinand Risamasu.
Sinergi antara lembaga antirasuah dan perguruan tinggi ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda Papua yang berintegritas serta mampu mengawal pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat. (Lelemuku)