WALI KOTA KUPANG BAWA LURAH DAN CAMAT BELAJAR TANAM AIR DI TDM

Lurah TDM, Imanuel Eliaser Ully, dalam sekapur sirihnya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wali Kota Kupang bersama seluruh Camat dan Lurah se-Kota Kupang yang hadir melihat langsung karya nyata LSM CISS Timor dan Yayasan CARE Internasional dalam rangka mendukung Gerakan Kupang Hijau yang dicanangkan Wali Kota Kupang. “terkait sumur resapan ini karena ada kerja sama yang baik dari LSM CISS Timor dan Yayasan CARE Indonesia sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan agar tidak mudah terjadi bencana, TDM sebagai salah satu daerah yang rawan bencana di musim hujan sangat antusias dengan geakan ini, hal ini untuk mengurangi genangan air dan menambah penyediaan air bawah tanah di Kota Kupang” ujarnya.

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah bersedia menjadi contoh dan menggunakan pendekatan-pendekatan LSM dalam menyukseskan Gerakan Kupang Hijau, “harus ada satu langkah yang dimulai, spirit Ayo Berubah merupakan motivasi bagi masyarakat dan spirit ini sering kami gunakan selama bertahun-tahun ada dilengah masyarakat, Kota Kupang merupakan salah satu daerah di NTT yang secara langsung mengadopsi pendekatan yang dilakukan LSM, LSM tidak mungkin menggantikan peran pemerintah, tanggung jawab terhadap masyarakat sepenuhnya milik pemerintah, kami bersyukur karena pemerintah kota memiliki praktik baik” ungkapnya.

Sementara itu Wali Kota Kupang Dr. Jefri Riwu Kore, MM, MH, dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya sengaja mengajak lurah dan camat ke lokasi tanam air untuk melihat model lubang resapan yang dikerjakan LSM CISS Timor dan Yayasan CARE Internasional di Kelurahan TDM, “karena gerakan tanam air ada dalam naungan GKH, oleh sebab itu program tersebut akan membantu masyarakat melalui LSM. Lurah dan Camat diajari, melihat langsung, supaya LSM dan pimpinan wilayah beri contoh kepada masyarakat, mereka mengerti maksud dari gerakan tanam air melalui pembuatan lubang resapan” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI ini menekankan pada pemahaman masyarakat Kota Kupang soal gerakan tanam air, “orang selama ini tidak pernah mengerti jika air dibuang percuma ke laut maka saat kita menggali sumur tidak ada air dibawah tanah, pemerintah harus bertanggungjawab untuk hal ini, untuk daerahnya, untuk masa depan anak cucunya. Dirinya meminta Lurah untuk menjalankan program tersebut dengan pembiayaan melalui dana kelurahan, “harus diprioritaskan untuk gerakan tanam air dan tanam pohon, supaya program ini bermanfaat bagi masyarakat dan dana kelurahan berguna bagi wilayah tersebut” pungkasnya. (PKP/Sny)